Wali Kota Mojokerto Alokasikan Rp 66 M untuk Bangun Infrastruktur Kota Wisata

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 13:44 WIB
mojokerto
Salah satu sudut Kota Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita terus berbenah untuk mencetak kota wisata. Tahun ini saja, Ning Ita mengalokasikan anggaran Rp 66 miliar untuk membangun infrastruktur wisata di Kota Onde-onde itu.

Ning Ita mengatakan, tahun 2020 ini pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 66.473.800.000 untuk membangun dan membenahi infrastruktur wisata di Kota Mojokerto. Dana puluhan miliar itu untuk mengerjakan 23 paket proyek.

"Proyek infrastruktur kami bagi tiga. Yaitu program pengendalian banjir, kebinamargaan hubungannya dengan perbaikan dan peningkatan jalan, serta penataan ruang bangunan dan permukiman," kata Ning Ita kepada detikcom, Kamis (27/2/2020).

Khusus program pengendalian banjir, lanjut Ning Ita, pihaknya mengalokasikan anggaran murni dari APBD TA 2020 sebesar Rp 15.258.600.000. Dana tersebut bakal lebih banyak digunakan untuk meningkatkan fungsi drainase. Karena Pemkot Mojokerto telah memiliki 16 rumah pompa yang siap dipakai setiap saat.

"Melalui program pengendalian banjir ini, kami ingin wisatawan nyaman saat berkunjung ke Kota Mojokerto tanpa takut terkena banjir," terangnya.

Di bidang kebinamargaan, kata Ning Ita, pihaknya mengucurkan anggaran Rp 20.530.000.000. Dari jumlah itu, 6 paket dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar Rp 8 miliar. Sedangkan selebihnya dari APBD Kota Mojokerto TA 2020.

Sementara di bidang penataan ruang bangunan dan permukiman, Ning Ita mengalokasikan anggaran Rp 30,6 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membangun Pemandian Sekarsari dan Monumen Tribhuwana Tunggadewi, pendapa rumah rakyat di rumah dinas Wali Kota, pendapa Pemkot Mojokerto, serta gudang arsip.

"Kami ingin Pemandian Sekarsari dan Monumen Tribhuwana Tunggadewi menjadi ikon wisata baru di Kota Mojokerto. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," cetusnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto Mashudi menjelaskan, pihaknya menyiapkan sejumlah strategi agar proyek infrastruktur tahun ini selesai tepat waktu dan berkualitas. Salah satunya dengan memperketat proses lelang sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku. Sehingga proyek benar-benar dikerjakan oleh rekanan yang kompeten.

"Kami juga melakukan lelang dini. Saat ini satu paket sudah ada pemenangnya. Maret saya luncurkan setidaknya 9 paket pekerjaan. Harapan saya bulan Mei lelang semua paket sudah selesai. Sehingga tinggal pelaksanaan dan kami mengawasi," tandas Ning Ita.

(iwd/iwd)