Ini Pantangan Mistis Saat Berkunjung ke Candi Gedog Blitar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 11:40 WIB
Ekskavasi Candi Gedog Blitar
Situs Joko Pangon di sisi pohon beringin (Foto: Erliana Riady/detikcom)

Soal kebersihan, Karyati tetap menjaga dan menyampaikan ke anak cucunya. Tak hanya kebersihan situs, namun juga kebersihan memasak untuk selamatan di situs Joko Pangon.

"Kabeh kudu sarwo resik. Sing masak adus kramas lan ora oleh masalan ditiliki (Semua harus bersih. Dan yang masak harus mandi keramas dulu. Masakan juga tidak boleh diincipi). Nanti kalau sudah disiapkan di nampan, baru bisa ngincip yang tersisa di wadah tempatnya masak," jelasnya.

"Pernah ada kejadian, yang masak bukan saya. Pas mau dibagi tiba-tiba entong buat nyendok nasi pecah berantakan. Itu mungkin tidak bersih cara masaknya. Mungkin juga tidak bersih dapat uang buat selamatan," tandasnya.

Seiring berjalannya zaman, semua pantangan itu lalu dilupakan. Istilah yang dipakai Karyati jadi tambar. Karyati sendiri sangat bangga, anak cucunya mau meneruskan merawat dan membersihkan situs Joko Pangon itu.

"Mugo-mugo ndang iso dibukak candine. Iso rame uwonge nambah makmur rakyat e. Semoga segera dibuka candinya. Semakin ramai orang datang, menambah makmur rakyat sekitarnya," pungkasnya.

Halaman

(fat/fat)