Di Balik Candi Gedog Tersimpan Legenda Kisah Tragis Pembunuhan Joko Pangon

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 09:39 WIB
Ekskavasi Candi Gedog Blitar
Candi Gedog di Blitar simpan cerita yang melegenda (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Candi Gedog, salah satu tempat mengundang penasaran warga Kota Blitar. Konon, di bawah pohon beringin besar itulah puncak candi berada. Seperti yang dideskripsikan Raffles dalam bukunya History of Java. Di bawah pohon beringin juga, cerita tragis Joko Pangon menjadi tutur yang melegenda.

Ditemui detikcom di rumahnya, Karyati (90) masih mampu bercerita dengan lancar. Dulu almarhum suaminya, Sukiman adalah juri kunci situs Joko Pangon. Rumah Sukiman yang hanya 100 meter sebelah timur lokasi temuan Candi Gedog, membuatnya bisa mengabdikan diri sepenuhnya menjaga tempat itu.

Legenda Joko Pangon, lanjut Karyati, didengar dari sang suami. Cerita itu juga dituturkan mertuanya saat mereka menikah tahun 1959. Warga sekitar biasa menyebut Joko Pangon dengan Mbah Pangon. Joko Pangon sendiri menurut cerita, orang yang datang dari wilayah barat. Mungkin dari Solo, mungkin berasal dari keluarga bangsawan Mataram Islam atau setidaknya prajurit Mataram.

"Kenapa desa ini dinamakan Gedog, karena di sekitar candi itulah dulu didirikan gedokan atau kandang kuda dan kerbau. Juragannya itu Lurah Bendogerit bernama Swansang. Mbah Joko Pangon itu jadi pangon (Perawat kuda dan kerbau). Lha Mbah Pangon itu ada yang bilang diangkat anak sama janda desa Randu Putih. Tapi kakung (suaminya) bilang kalau Mbah Pangon itu suaminya janda Randu Putih," katanya mulai bercerita.

Tugas Joko Pangon adalah memelihara kerbau milik juragan itu. Imbalannya, anak kerbau jantan menjadi milik Joko Pangon dan yang betina milik juragan itu. Keberuntungan berpihak pada Joko Pangon. Kerbau-kerbau juragan itu lebih banyak melahirkan anak jantan. Hal ini membuat Swansang geram. Maka diubahlah kesepakatan dengan Joko Pangon, yaitu anak kerbau betina yang boleh dimilikinya dan sebaliknya.

Tapi sejak kesepakatan diubah, kerbau-kerbau sang juragan lebih banyak melahirkan anak-anak kerbau betina. Sang juragan Swansang geram. Dia perintahkan sejumlah orang untuk membunuh Joko Pangon. Caranya, tangan dan kaki Joko Pangon diikat kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua di kompleks Candi Gedog. Berkat bantuan anjing milik janda Randu Agung, jasad Joko Pangon kemudian ditemukan ditenggelamkan di dasar sumur.

"Ini memang dongeng yang mengandung kisah tragis terkait Joko Pangon yang kami anggap sebagai leluhur kami. Di bawah pohon beringin ini kami yakini sebagai sumur tempat jasad Mbah Joko Pangon berada," pungkasnya.

(fat/fat)