Polisi Teliti Kandungan Obat Kuat Ilegal yang Digerebek di Surabaya

Hilda Meilisa - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 16:45 WIB
penggerebekan home industry jamu kuat
Obat kuat yang disita polisi (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya -

Polisi telah menyita sejumlah barang bukti dalam penggerebekan home industry obat kuat dan jamu ilegal di Perum Babatan Pilang, Wiyung. Kini, polisi tengah melakukan uji forensik terkait kandungan berbahaya apa saja dalam ramuan tersebut.

"Yang pertama hasil yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, ini kami lakukan identifikasi terhadap serbuk atau bubuk yang kami dapatkan kemarin, ada bubuk herbal atau jamu ini akan kami lakukan uji forensik apa unsur-unsur yang terdapat dalam bubuk tersebut sampai dipacking," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa (25/2/2020).

Selain itu, polisi juga akan menyelidiki dari mana saja bahan kimia tersebut berasal. Truno menambahkan akan mencari pihak yang sengaja mensuplai bahan secara ilegal.

"Barang-barang tersebut didapat melalui mekanismenya harusnya secara khusus, atau suatu perusahaan yang diberikan kuota dalam medis atau apoteker. Apabila tidak, tentu ada ilegal akses atau mendapatkan barang terlarang kimia ini, kemudian diproduksi dalam suatu bentuk produk tertentu dan kemudian diedarkan tersangka. Ini kami tunggu hasil forensiknya oleh penyidik," imbuhnya.

Selama ini, lanjut Truno, obat kuat dan jamu ilegal ini telah dua tahun beredar di Surabaya. Biasanya, obat kuat ini diedarkan di toko-toko pinggir jalan.

"Selama dua tahun ini diedarkan di toko-toko yang ada di kaki lima atau pinggir jalan, atau toko-toko obat jamu dalam bentuk kemasan-kemasan yang sudah di-packing oleh tersangka yang sudah kami temukan di TKP," papar Truno.

Sebelumnya, Polda Jatim menggerebek dua rumah di Perum Babatan Pilang Wiyung. Dua bangunan itu digunakan untuk memproduksi dan menyimpan obat kuat ilegal. Selain obat kuat, polisi juga menemukan ratusan sex toys berupa dildo.

Dari home industry itu, polisi mengamankan pemilik usaha, C, dan dua karyawannya. Polisi menyebut home industry ini tak punya izin produksi dan izin edar.

"Di perumahan ini, Babatan, terdapat home industry pembuatan obat kuat diduga ilegal yang dilakukan saudara C dengan 2 karyawannya. Pabrik ini tidak memiliki izin produksi dan izin edar," ujar Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis Maharagung Simanjuntak usai penggerebekan, Senin (24/2/2020).

(hil/iwd)