Banyuwangi Digoyang Isu Penculikan Anak Dengan Video Hoax

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 14:19 WIB
dugaan penculikan anak
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Akhir-akhir ini Banyuwangi diterpa isu penculikan anak sekolah. Isu tersebut dibumbui dengan penyebaran video seorang anak yang diinterogasi oleh beberapa guru setelah lolos dari dugaan penculikan.

Video tersebut viral dari aplikasi WhattsApp yang dikirim berantai. Video berdurasi 2 menit 11 detik itu tersebar dengan bumbu lokasi terjadinya penculikan tersebut. Beberapa menyebutkan sekolah dasar yang ada di Kecamatan kota Banyuwangi. Di antaranya SDN 1 Kebalenan, SDN 1 Lateng, dan SDI Al Irsyad Lateng.

Kontan saja hal ini membuat resah wali murid dan masyarakat. Ditambah lagi, isu ini kemudian diviralkan kembali di medsos.

Seperti yang diunggah oleh Anie Anie di salah satu grup tertutup Facebook. Dirinya mengirimkan video disertai dengan kalimat "Waspada pnculikan sdh merambah k sklh2...kbetulan trjadi di sd kebalenan d tmpat tgglku... SD KEBALENAN BANYUWANGI Kota," tulisnya dalam postingan yang diunggah Senin (24/2/2020).

Menanggapi viralnya isu penculikan itu, beberapa kepala sekolah menggelar rapat terbatas. Para kepala sekolah itu adalah mereka yang disebutkan di beberapa medsos. Antara lain SD Al Irsyad, SD Kebalenan, dan SD Lateng.

Kepala sekolah SD Al Irsyad, Eni Sri Widawati membantah jika video dugaan penculikan tersebut berada di sekolahnya. Sebab para guru dan siswa yang berada di dalam video itu bukanlah siswa dan guru di Al Irsyad.

"Tidak benar video itu. Kita lihat ruangannya, gurunya dn siswa tidak ada seperti itu," ujarnya kepada detikcom, Selasa (25/2/2020).

Eni mengaku 3 sekolah yang menjadi korban hoax berkumpul membahas isu penculikan tersebut. Hal ini mencoreng nama sekolah, karena meresahkan Wali murid.

"Kami berkumpul untuk membahas hal itu. Tentu ini mencoreng nama baik sekolah. Karena memang kami saat ini diprotes oleh wali murid," tambahnya.

Pihaknya berharap tidak ada lagi isu tentang penculikan di Banyuwangi. Pihaknya meminta kepada aparat menindak tegas para penyebar hoax tentang penculikan di Banyuwangi.

"Kami harap aparat kepolisian turun tangan atas kasus berita hoax ini," pungkasnya.

Video itu sendiri sebenarnya berlokasi di Kota Kediri. Anak yang ada di video tersebut merupakan siswa kelas 5 SD Mrican, Kota Kediri. Apa yang disebut anak itu sebagai penculikan terjadi pada Kamis (20/2).

Polisi sendiri membantah bahwa anak tersebut mengalami percobaan penculikan. Satu keluarga di dalam mobil yang dikatakan sebagai penculik merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Saat itu mereka sedang bepergian.

(iwd/iwd)