Jelang Pilkada, Polisi Ngawi Ajak Tokoh Agama Kondusifkan Wilayah

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 19:48 WIB
polres ngawi
Foto: Istimewa
Ngawi -

Menjelang pelaksanaan Pilkada 2020, persiapan mulai dilakukan polisi di Ngawi. Untuk menjaga wilayah agar tetap kondusif, polisi menggandeng para tokoh agama.

"Kami sengaja mengumpulkan para tokoh agama di Ngawi untuk mengajak bersama menjaga wilayah Ngawi agar tetap kondusif pada pelaksanaan Pilkada 2020 ini," ujar Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto dalam sambutannya pada acara silaturahmi dengan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), Senin (24/2/2020).

Pelibatan FKUB, kata Dicky, selain sebagai bentuk silaturahmi, juga merupakan upaya menciptakan dan mempertahankan situasi kamtibmas di wilayah Ngawi tetap aman dan kondusif. FKUB Ngawi, lanjut Dicky, berperan mengajak masyarakat tetap menjaga situasi kondusif kerukunan antarumat beragama di Ngawi.

"Kami berharap jangan sampai aksi empati yang digelar di sejumlah daerah ditumpangi kepentingan politik untuk memecah belah umat beragama. Poin-poin dalam pernyataan sikap FKUB yang akan diimplementasikan bersama di masyarakat sampai ke tingkat bawah. Dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait juga dibutuhkan dalam menjaga situasi kondusif di masyarakat," kata Dicky.

Dicky menambahkan polisi juga mendukung terkait kegiatan Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) yang diketuai oleh Kajari Ngawi. Selain itu, terkait akan adanya konsep Forum Pemuda dan Perempuan di Ngawi.

"Polres Ngawi menyambut antusias dan akan kami laksanakan secara berjenjang serta konsep acara FKUB di tingkat kecamatan agar Kasat Binmas berkoordinasi dengan kecamatan untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Termasuk kegiatan Pakem oleh Kejari Ngawi," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Ngawi Sugiyanto menyampaikan rasa bangga terhadap polisi atas apresiasi terhadap FKUB.
FKUB akan melakukan doa bersama dengan komisioner KPU untuk kelancaran pelaksanaan Pilkada di Ngawi.

"Siapa pun yang maju pilkada akan kami doakan yang terbaik. FKUB netral, tidak berparpol. Ngawi adalah perbatasan Jatim dan Jateng. Segala dinamika yang terjadi, FKUB akan juga memiliki rasa tanggung jawab. Terkait ISIS dan HTI, sikap FKUB selalu mendukung keputusan pemerintah RI. Hoaks atau fitnah di semua agama adalah dilarang, haram, dan berdosa," terang Sugiyanto.

(iwd/iwd)