Ini Tempat yang Diobok-obok KPK Selama di Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 09:16 WIB
kpk di tulungagung
KPK di Tulungagung usai menggeledah (Foto: Adhar Muttaqin/detikcom)
Tulungagung -

Penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK telah menyasar sejumlah lokasi di Tulungagung. Mulai kantor DPRD Tulungagung hingga rumah pribadi para anggota dewan.

Ini beberapa tempat yang digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 2 hari, 17-18 Februari 2020:

1. Kantor DPRD Tulungagung

Senin siang empat unit mobil rombongan KPK tiba di kantor DPRD di Jalan RA Kartini Tulungagung. Dengan memakai rompi KPK, penyidik menggeledah sejumlah ruang kerja para wakil rakyat, beberapa di antaranya ruang aspirasi, ruang kerja Ketua DPRD, ruang kerja Sekretaris DPRD dan beberapa ruang lain.

Proses penggeledahan kantor parlemen dilakukan selama lebih dari 5 jam. Para penyidik lembaga antikorupsi itu baru meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.00 WIB.

"Sudah-sudah, saya tidak berhak memberikan komentar, silahkan tanya ke penyidiknya ya. (Durasi penggeledahan) Ya paling tidak 5 atau 3 jam, (salah satunya) ruang aspirasi," kata Budi Fatahilah.

Kedatangan KPK di gedung dewan tanpa disaksikan para wakil rakyat. Sebab seluruhnya sedang melakukan kegiatan kunjungan kerja di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.

2. Rumah pribadi mantan Wakil Ketua DPRD, Imam Kambali

Penggeledahan rumah Imam Kambali di Perumahan Sobontoro Indah, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung dilakukan KPK, Selasa (18/2/2020) siang. Dua unit mobil jenis Toyota Innova yang ditumpangi para penyidik KPK tiba di sekitar pukul 11.30 WIB, mereka langsung masuk melalui pintu samping.

Kedatangan KPK diterima oleh istri Imam Kambali dan salah satu kerabatnya. Sedangkan Kambali tiba di rumahnya sekitar 20 menit setelah kedatangan KPK.

Menurut politikus Partai Hanura, Kambali, terdapat beberapa ruangan yang digeledah, mulai dari kamar pribadi hingga ruang kerja. Namun proses penggeledahan selama lebih dari satu jam tersebut tidak menemukan satupun bukti terkait kasus yang ditangani KPK, sehingga tidak ada barang yang disita. Hal itu juga diterangkan KPK melalui surat berita acara penggeledahan yang ditandatangani tiga penyidik.

"Tidak ada yang dibawa, sesuai surat itu (berita acara penggeledahan)," kata Kambali.

Dalam berita acara itulah dapat terlibat dengan jelas jika penggeledahan di Tulungagung terkait dengan penggeledahan itu kasus suap pengesahan APBD/APBD perubahan Tulungagung 2015-2018 dengan tersangka Ketua DPRD Tulungagung periode 2014-2019 Supriyono.

3. Rumah anggota DPRD, Suharminto alias Bedut

Penggeledahan di rumah Suharminto di Desa Mojoagung, Kecamatan Ngantru, Tulungagung dilakukan KPK bersamaan dengan penggeledahan di rumah Imam Kambali. Suharminto merupakan anggota DPRD dari PDIP yang tidak lain adalah adik kandung Supriyono.

4. Rumah pribadi mantan Wakil Ketua DPRD, Agus Budiarto

Secara beruntun, KPK menyisir beberapa rumah unsur pimpinan dewan periode 2014-2019. Tak terkecuali di rumah mantan Wakil Ketua DPRD Tulungagung dari Partai Gerindra, Agus Budiarto, yang kini tidak lagi menjadi anggota dewan.

5. Rumah pribadi Wakil Ketua DPRD Adib Makarim

Selasa (18/2) malam, KPK masih melanjutkan penggeledahan di wilayah Tulungagung, dengan sasaran rumah Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Adib Makarim. Politikus PKB tersebut kini masih menduduki posisi yang sama sebagai wakil ketua dewan sejak era kepemimpinan Supriyono.

Sementara Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia membenarkan adanya penggeledahan KPK di Tulungagung. Pihaknya mengaku menerima permintaan KPK untuk pendampingan selama tiga hari berkegiatan di wilayahnya.

"Kami hanya mendampingi saja, tiga hari permintaannya," kata kapolres.

Lantas kemanakah kegiatan penggeledahan KPK selanjutnya, mengingat hari ini KPK terakhir berada di Tulungagung?

Tonton juga Deputi Pencegahan dan Jubir KPK Akan Dilaporkan ke Dewas :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)