Kisah di Balik Mitos Warga Lamongan Dilarang Nikah dengan Orang Kediri

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 12:07 WIB
Dalam beberapa hari terakhir, mitos Kediri wingit atau angker bagi presiden ramai diperbincangkan. Ternyata, Kediri juga dianggap angker bagi warga Lamongan yang mempercayainya.
Gentong air dan alas tikar yang terbuat dari batu peninggalan sejarah/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Warga Lamongan dilarang menikah dengan warga Kediri. Mitos itu berkembang dari kisah Panji Laras dan Panji Liris di Lamongan.

Salah seorang pemerhati sejarah Lamongan M Navis menuturkan, dulu Adipati Kediri mempunyai dua putri kembar, Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi. Sang Adipati menerima kabar kalau Adipati Lamongan saat itu Raden Panji Puspokusumo, yang keturunan Raja Majapahit ke-14 Hayam Wuruk, juga memiliki 2 orang putra kembar. Yakni Panji Laras dan Panji Liris.

Adipati Kediri kemudian ingin menjadi besan Adipati Lamongan. Merasa bingung dengan lamaran Adipati Kediri, Adipati Lamongan mengajukan beberapa syarat


"Yaitu Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi harus mau memeluk Islam. Mempelai perempuan harus yang melamar pihak pria dan mempelai perempuan harus datang ke Lamongan membawa hadiah berupa gentong air dan alas tikar yang terbuat dari batu," tutur Navis,

Menurut Navis, dari cerita ini juga mitos tentang tradisi perempuan melamar laki-laki muncul di Lamongan. Adipati Kediri, lanjut Navis, bersedia memenuhi semua persyaratan yang diajukan

Andansari-Andanwangi berangkat ke Lamongan diiringi rombongan besar. Panji Laras dan Panji Liris diminta Raden Panji Puspokusumo menjemput iring-iringan tersebut di tapal batas Lamongan dengan ditemani Patih Lamongan, Ki Patih Mbah Sabilan.

Simak Juga Video "Pramono Anung Jelaskan soal Mitos Jokowi ke Kediri"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2