Polisi Banyuwangi Kembali Tangkap Pengedar Narkoba Senilai Rp 70 Juta

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 19:59 WIB
Polresta Banyuwangi Kembali Tangkap Pengedar Narkoba
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis sbuvterus dilakukan Polresta Banyuwangi. Jika seminggu sebelumnya polisi membekuk pengedar sabu 29 gram yang disimpan di dalam lampu meja belajar, kini polisi mengembangkan kasus ini. Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyuwangi kembali menangkap pengedar sabu dengan barang bukti 28 gram atau senilai Rp 70 juta.

Pelaku yang ditangkap adalah Windu Triyogi (26) warga Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Kampung Mandar, Banyuwangi. Triyogi merupakan sel jaringan peredaran narkoba di Banyuwangi. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 6 paket sabu seberat 28,6 gram serta 12 butir ekstasi.

"Tersangka WT ini merupakan sel jaringan peredaran narkoba, dengan barang bukti yang cukup signifikan. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan jaringan yang kita pelajari, dari kasus penangkapan awal seberat 29 gram," ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Senin (17/2/2020).

Berdasarkan pengakuan tersangka, kata Kapolresta, Windu sudah menjalankan bisnis haram tersebut selama 6 bulan. Tersangka memperoleh narkoba tersebut dari seorang Bandar di luar Kabupaten Banyuwangi.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap siapa aktor intelektual dari peredaran narkoba di Bumi Blambangan. "Sampai sekarang kita belum mengetahui siapa Bandar dari peredaran narkoba ini. Kita tengah dalami. Kita juga berkoordinasi antar kota dan provinsi, mengingat tersangka memperoleh narkoba tersebut dari luar daerah," imbuhnya.

Selain pengungkapan besar itu, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 7 kasus peredaran narkoba lainnya. Tujuh tersangka lain juga berhasil diamankan. Dari pengungkapan itu, polisi juga berhasil mengamankan 9 gram sabu, 12 butir ekstasi, dan belasan ribu butir Trilhexpenidyl.

"Pengungkapan ini kita lakukan sejak tanggal 11 hingga 15 Februari 2020. 6 kasus peredaran narkoba jenis sabu dan satu kasus obat daftar G dengan 8 orang tersangka," terang Kapolresta Banyuwangi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kini harus mendekam di balik jeruji tahanan. Untuk tersangka peredaran sabu dijerat pasal 114 (1) SUB 112 (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman mati.

"Sedangkan tersangka kasus peredaran obat daftar G, dijerat pasal 197 dan 196 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara," tutup Kapolresta.

Simak Video "Bacok Polisi Saat Diamankan, Pengedar Narkoba Ditembak Mati"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)