Warga Banyuwangi dan Surabaya Kepergok Curi Kayu Jati

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 17:41 WIB
Warga Banyuwangi dan Surabaya Diciduk Polisi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Dua pelaku ilegal logging dibekuk Satreskrim Polresta Banyuwangi. SDY (59) warga Kecamatan Sempu dan SYT (60) warga Kecamatan Gubeng Kota Surabaya, harus meringkuk di penjara karena mencuri kayu jati milik perhutani. Nekatnya, kedua pelaku melancarkan aksinya tersebut di siang bolong.

Polisi bertindak dari laporan petugas Perhutani. Diduga ada beberapa orang mengangkut kayu di kawasan hutan petak 66K RPH Selogiri-BKPH Ketapang-KPH Banyuwangi Utara.

"Didatangi dan ternyata benar. Rupanya aktivitas penebangan kayu jati tersebut tanpa disertai ijin apapun," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin saat pres rilis di Mapolresta Banyuwangi, Senin (17/2/2020).

Saat itu, polisi mengamankan 11 orang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan dua orang tersebut sebagai tersangka ilegal logging.

"Awalnya ada 11 orang yang diamankan dan dimintai keterangan. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya kita tetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah SDY dan SYT," kata Kapolresta.

Tak hanya mengamankan dua orang tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit roda dorong untuk angkut kayu (Gledegan), 2 unit gergaji chainsaw, seutas tali tambang warna biru, satu unit mobil Toyota, 4 unit sepeda motor dan 6 pohon jati hasil curian.

"Kedua tersangka kita jerat pasal 83 ayat (1) huruf a, b UU RI No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan, pemberantasan dan perusakan hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke le, 2e KUHP. Kedua tersangka terancam maksimal 5 tahun kurungan penjara dan denda maksimal Rp 2,5 Milyar," pungkasnya.

Agus Santoso ADM Perum Perhutani KPH Banyuwangi utara mengatakan, ada 6 pohon kayu jati berdiameter 50 sampai 60 centimeter yang dicuri kedua tersangka. Keenam pohon tersebut selanjutnya dipotong oleh kedua tersangka menjadi 81 batang kayu.

Sementara kerugian negara akibat perambahan hutan produksi tersebut ditaksir mencapai Rp 120 juta lebih. "Pohon jati yang dicuri tersebut, ditanam sejak tahun 1955, atau sudah berumur sekitar 65 tahunan. Kira-kira kerugiannya mencapai Rp 120 juta lebih," imbuhnya.

(fat/fat)