MUI Jatim Kecam Pembangunan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 15:31 WIB
Ketua Umum MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori
Ketua Umum MUI Jatim KH. Abdusshomad Buchori (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Rencana proyek pembangunan terowongan Istiqlal-Katedral dikecam MUI Jatim. Proyek tersebut adalah hal yang sia-sia dan justru akan menambah masalah.

"Negeri ini sudah banyak masalah, jangan ditambah lagi. Proyek itu tidak ada gunanya," ujar Ketua Umum MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori kepada detikcom, Senin (17/2/2020).

Somad mengatakan orang Islam yang baik ialah orang yang bisa meninggakan hal tidak berguna. Somad menilai proyek terowongan silaturahmi tersebut hanyalah ajang pemborosan dan bisa menjadi sumber masalah baru.

"Toleransi adalah menghormati pihak-pihak yang berbeda, bukan menggabungkan, merangkai, atau mendekatkan tempat ibadah. Soal ibadah, prinsipnya bagimu agamamu, dan bagiku agamaku sendiri," tegas Somad.

Sementara Aliansi Ulama Madura (AUMA) menganggap, rencana pembangunan itu bisa memantik pro kontra. Apalagi, pembangunan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Negeri ini sedang banyak dirundung krisis, jangan membuat proyek pemborosan seperti itu. Pembuatan terowongan bukan saja pemborosan tetapi bisa memantik pro dan kontra," kata Fadholi Ruham, Sekretaris AUMA.

"Toleransi sebatas simbol seperti ini, seolah-olah bila rumah ibadah berdekatan akan bisa saling menghormati, padahal bisa jadi sebaliknya, malah menjadi sumber perselisihan," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi bercerita terkait rencana pembangunan terowongan bawah tanah antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Menurutnya, pembangunan ini merupakan salah satu lambang kerukunan umat beragama.

"Bagus, itu lambang kerukunan umat beragama," kata Fachrul saat meninjau Masjid Al Akbar Surabaya, Kamis (13/2).

(fat/iwd)