Warga Protes Bau Limbah dan Suara Bising Pabrik Mebel di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 13:10 WIB
Warga Demo Pabrik Mebel di Mojokerto
Demo Pabrik Mebel di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Puluhan warga berunjuk rasa di depan pabrik mebel PT Bondvast Indo Sukses di Jalan Raya Mojosari-Pacet, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Mereka memprotes aktivitas pabrik yang menghasilkan limbah cair berbau menyengat dan suara bising yang mengganggu ketenangan penduduk sekitar.

Warga Desa Sampangagung berunjuk rasa dengan berorasi sambil membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan mereka. Seperti 'Kami Tidak Terima Limbah Cair Masik ke Makam Umum Dusun Sugihwaras', 'Warga Ingin Sehat Jangan Dikasih Bau yang Menyengat yang Menyesakkan Paru-paru Kami', 'Adanya PT Bondvast Warga Tidur tidak Nyaman karena Bising dan Bau Menyengat Sekali', serta 'Sehat itu Mahal Jangan Cemari Udara Kami dengan Asap Pabrik'.

Koordinator Warga Ridwan mengatakan, selama ini PT Bondvast membuang limbah cairnya melalui saluran pembuangan menuju ke sungai di Desa Sampangagung. Namun pada Jumat (7/2), limbah tersebut meluber ke tempat pemakaman umum Dusun Sugihwaras, Desa Sampangagung.

Hujan deras yang mengguyur Sampangagung saat itu diduga membuat limbah cair PT Bondvast meluap ke makam. Makam ini persis di sebelah saluran limbah pabrik mebel tersebut.

"Limbahnya hitam pekat. Kami taruh botol selama beberapa hari tidak bisa mengendap. Baunya yang kami keluhkan. Entah bau cat, pernis atau apa, kami tidak tahu. Karena warga tidak boleh masuk ke dalam pabrik," kata Ridwan kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Senin (17/2/2020).

Bau menyengat dari limbah cair PT Bondvast, kata Ridwan, menggangu warga Desa Sampangagung, khususnya penduduk Dusun Sugihwaras yang berdekatan dengan pabrik. Selain itu, aktivitas pabrik di malam hari mengeluarkan bau bising yang mengganggu istirahat warga di sekitarnya.

"Malam hari aktivitas pabrik mengeluarkan suara bising. Karena malam kan kondisi sunyi, warga sini istirahat tidak nyaman," ujarnya.

Menurut Ridwan, terkait persoalan bau limbah dan suara bising, warga telah berulang kali bernegosiasi dengan manajemen PT Bondvast. Namun, selama ini kesepakatan belum pernah tercapai. Dia menuding pabrik mebel itu tidak pernah melakukan sosialisasi ke warga terkait produk apa yang dihasilkan dan limbah jenis apa yang dibuang ke sungai.

"Terakhir kali Selasa kemarin (11/2) kami ke balai desa, hanya ditemui pengacaranya pabrik. Tidak ada keputusan. Makanya hari ini kami berunjuk rasa," terangnya.

Melalui demo kali ini, kata Ridwan, massa menuntut PT Bondvast memberikan kompenasi atas bau limbah dan suara bising yang dirasa mengganggu warga. Nilai kompenasi yang diminta warga mencapai Rp 25 juta per bulan. Dana itu akan dimasukkan ke kas Dusun Sugihwaras.

"Kalau tidak, kami akan berjuang terus. Bau yang kami hirup setiap hari dicium semua orang. Radiusnya sampai jauh. Kami akan demo selama 3 hari," tegasnya.

Sayangnya, tak seorang pun perwakilan manajemen PT Bondvast yang keluar dari pabrik untuk menemui warga. Mereka hanya berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sampangagung melalui telepon.

Kepala Desa Sampangagung Ikwan membenarkan persoalan yang diprotes warganya yaitu bau tak sedap limbah cair dan suara bising dari PT Bondvast. Khusus bau limbah, menurut dia sudah dikeluhkan warga sejak sekitar 4 bulan yang lalu.

"Bau sudah sekitar 4 bulan yang lalu. Warga khawatir baunya itu mengandung zat kimia," jelasnya.

Terkait limbah cair yang meluber ke makam umum Dusun Sugihwaras, Ikwan mengaku memberikan toleransi kepada PT Bondvast. Namun dengan catatan, insiden luapan limbah itu tidak diulangi oleh pabrik mebel tersebut.

Simak Video "Batan Sudah Angkut 87 Drum Paparan Limbah Radioaktif"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)