Komnas HAM Pantau Proses Pertambangan Emas di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 13:38 WIB
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mendatangi PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Banyuwangi. Ia diajak mine tour untuk melihat seluruh proses pertambangan emas.
Foto: Istimewa
Banyuwangi -

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mendatangi PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Banyuwangi. Ia diajak mine tour untuk melihat seluruh proses pertambangan emas.

Kehadiran petugas lembaga negara dalam hal penegakan HAM ini merupakan tindak lanjut pengaduan masyarakat dalam aktivitas perusahaan tambang emas tersebut. "Pengaduan dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), masyarakat dan lainnya," ujar Beka kepada wartawan, Jumat (14/2/2020) malam.

Ia menjelaskan, kedatangan Komnas HAM guna mencari data awal. Sebagai bahan pembuktian sejumlah pengaduan tersebut. Selama di Banyuwangi, Beka juga menemui kalangan masyarakat tolak tambang, Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakapolresta AKBP Kusumo Wahyu Bintoro. Termasuk mendengar keterangan dari masyarakat pro-tambang.


Jumlah pengaduan, lanjut Beka, sekitar lima kasus. Seputar dugaan kriminalisasi, perusakan lingkungan, pelanggaran HAM, kekerasan, proses perizinan dan lainnya terkait aktivitas tambang PT BSI.

"Kami belum bisa menyimpulkan, kami objektif, kami berdasarkan data dan fakta yang kami terima, dan akan kami bandingkan dengan sekian instrument hak asasi manusia yang ada di Indonesia maupun internasional. Jika dibutuhkan, akan ada pemanggilan atau kami akan datang lagi," ungkap Beka.

Sementara itu, empat orang perwakilan masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Prasetyo, Sundik, Sunarto dan Mustakim, mengaku senang bisa memberi klarifikasi dan pengaduan kepada Komisioner Komnas HAM. Khususnya tentang berbagai perlakuan kurang menyenangkan yang sering diterima masyarakat pro tambang PT BSI. Di mana mereka mengaku sering dihujat dan diolok-olok.

"Tiap hari kita di anjing-anjing-kan (dikata-katai anjing) terus, kita pun tidak pernah melawan, kita diam," kata Prasetyo.

Selanjutnya
Halaman
1 2