Razia Penyalahgunaan Narkoba dan Asusila Warnai Valentine di Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 21:58 WIB
Petugas gabungan Satpol PP, Linmas, BNN, TNI dan polisi Surabaya menggelar razia di hotel-hotel. Itu dilakukan untuk mencegah perayaan Hari Valentine dengan hal negatif seperti prostitusi dan penyalahgunaan narkoba.
Razia Hari Valentine di Surabaya/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Petugas gabungan Satpol PP, Linmas, BNN, TNI dan polisi Surabaya menggelar razia di hotel-hotel. Itu dilakukan untuk mencegah perayaan Hari Valentine dengan hal negatif seperti prostitusi dan penyalahgunaan narkoba.

Razia digelar dua kali di Hari Valentine. Yakni pukul 16.00-19.30 WIB dan pukul 21.00 WIB.

"Mengantisipasi warga yang memaknai Hari Valentine dengan tindakan yang tidak sesuai norma dan asusila," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di Kantor Satpol PP, Jumat (14/2/2020) malam.


Pasangan yang terjaring petugas gabungan harus menjalani tes urine oleh BNN dan kepolisian, jika ada yang terindikasi menggunakan narkoba. "Pelanggaran yang berhubungan pidana, seperti pasangan di bawah umur ada indikasi prostitusi, kepolisian yang menangani," imbuhnya.

Sedangkan mengenai temuan lain, Febri mengatakan, akan dilakukan pembinaan oleh Pemkot di Liponsos. Sebab perayaan Hari Kasih Sayang bisa bermacam-macam.


Maka Pemkot mencegah adanya perayaan yang berlebihan. Apalagi tindakan melanggar hukum.

Dalam razia itu, 25 pasangan bukan suami istri diamankan dan dibawa ke Kantor Satpol PP Surabaya. Yang terbanyak dari hotel di Dinoyo.

"Tadi sekitar 25 yang diamankan. Mereka tinggal sekamar tapi identitasnya berbeda," kata Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Piter Frans Rumaseb saat dihubungi detikcom.

(sun/bdh)