Program SMK Mini Sasar Siswa dan Santri Banyuwangi Mandiri

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 19:23 WIB
Program SMK Mini Sasar Siswa dan Santri Banyuwangi Mandiri
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Program SMK Mini terus dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bersama dengan Pemkab Banyuwangi, program ini disasar ke para siswa SMK Minhajut Thullab, Kecamatan Muncar, yang kebanyakan adalah santri.

Para siswa dan santri itu dilatih kontruksi baja ringan dengan model kontruksi sederhana. Salah stunya adalah pembuatan tangga lipat yang diminati berbagai kalangan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi, Estu Handono mengatakan, SMK Mini terus digalakkan. Program ini digulirkan untuk memberikan pengalaman kerja pada para santri dan siswa hingga menciptakan lapangan kerja baru.

"Kita harap dengan SMK Mini ini bisa memberikan wadah belajar bagi para siswa dan santri untuk belajar. Selanjutnya, mereka akan menciptakan lapangan kerja baru. Khususnya bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/2/2020).

Untuk saat ini, kata Estu, pihaknya menyiapkan program SMK Mini ini di beberapa sekolah di Banyuwangi. Namun perlu juga ada seleksi bagi sekolah yang akan mendapatkan program tersebut.

"Nanti akan ada lanjutan ke sekolah-, sekolah lain," pungkasnya.

Sementara Kepala Sekolah SMK Minhajut Thullab, M. Nailul Anwar, mengatakan program SMK Mini yang diadakan berjalan berdampingan dengan program sekolah. Pelatihan dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar usai dan menyesuaikan dengan jadwal diniyah.

"Target kami dari program ini siswa alumni serta santri Minhajut Thullab mampu untuk hidup mandiri dengan adanya pelatihan yang hasil produknya bisa di komersilkan mampu jadi income buat siswa, santri dan juga sekolah," tandasnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi kegiatan SMK Mini di SMK dan pondok pesantren Minhajut Thullab. Diharapkan kegiatan ini terus berkesinambungan.

"Tentu ini menjadi kegiatan pembelajaran baru bagi siswa atau santri. Kami harap setelah lulus nanti mereka bisa membuka lapangan pekerjaan baru," pungkasnya.

(fat/fat)