Gapura Pasar Rakyat di Mojokerto Senilai Rp 1 Miliar Mendadak Ambruk

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 18:15 WIB
Gapura Pasar Rakyat Senilai Rp 1 Miliar di Mojokerto Mendadak Ambruk
Gapura pasar rakyat ambruk (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Gapura pasar rakyat Mojo Kembangsore Park di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Mojokerto mendadak ambruk. Gapura dan pagar yang mengelilingi gedung baru ini dibangun menggunakan Bantuan Keuangan (BK) Desa senilai Rp 1 miliar.

Pantauan detikcom di lokasi, gapura yang ambruk di sisi kiri. Gapura ini sebelumnya setinggi 9 meter, panjang dan lebarnya sekitar 5 meter. Karena ambruk, tinggi gapura tinggal separuhnya saja.

Gapura ini dibangun dengan gaya Majapahitan menggunakan bata merah pres. Karena ambruk, bata merah penyusunnya berantakan di bawah gapura. Nampak para pekerja mengangkut material yang berserakan menggunakan truk.

Bendahara Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pembangunan Mojo Kembangsore Park Sukandar Wibowo (54) mengatakan, gapura Mojo Kembangsore Park ambruk pada Kamis (13/2) malam. Dia tidak mengetahui secara pasti penyebab ambruknya gapura tersebut.

"Kami kurang paham penyebabnya. Kemarin malam hujan deras cukup lama disertai petir. Tahunya tadi jam 6 pagi gapuranya sudah roboh," kata Sukandar kepada wartawan di lokasi, Jumat (14/2/2020).

Ia menjelaskan, gapura yang ambruk dibangun tahun 2018 menggunakan BK Desa dari Pemkab Mojokerto senilai Rp 1 miliar. Dana itu juga untuk membangun pagar bergaya Majapahitan yang mengelilingi Mojo Kembangsore Park. Pasar rakyat ini dibangun di atas tanah kas desa (TKD) Petak seluas 1,7 hektare.

Pembangunannya dilaksanakan secara swakelola oleh TPK Pembangunan Mojo Kembangsore Park yang dibentuk Pemerintah Desa Petak sejak 2017. Sebelum gapura dibangun, TKP melibatkan konsultan perencanaan.

Menurut konsultan perencanaan, kata Sukandar, gapura diperkiarakan bertahan sampai puluhan tahun. Cuaca dan kondisi geografis Desa Petak juga sudah diperhitungkan. Namun, gapura itu ambruk saat umurnya baru dua tahun.

"Menurut tim perencanaan diperkirakan tahan sampai puluhan tahun. Cuaca dan lokasi sudah dipertimbangkan. Mungkin karena hujan deras dan angin," ujarnya.

Ambruknya salah satu gapura Mojo Kembangsore Park membuat Pemerintah Desa Petak kelimpungan. Betapa tidak, saat ini mereka tidak mempunyai anggaran untuk memperbaiki gapura tersebut. Setidaknya dibutuhkan dana Rp 100 juta untuk memperbaikinya.

Di lain sisi, Mojo Kembangsore Park tidak bisa diresmikan selama gapura belum diperbaiki. Padahal mereka menargetkan pasar rakyat sekaligus objek wisata di Desa Petak itu dibuka April tahun ini.

"Perbaikan belum tahu pakai anggaran apa karena belum ada anggaran. Akan kami rapatkan untuk perbaikan. Kalau gapura belum selesai, grand opening belum bisa digelar," terang Sukandar.

Tidak hanya itu, kata Sukandar, molornya pengoperasian Mojo Kembangsore Park bakal membuat biaya operasional membengkak. Salah satunya tagihan listrik yang seluruh instalasinya sudah dipasang di pasar rakyat tersebut.

"Kalau tidak segera launching, maka operasionalnya membengkak. Listrik dipakai atau tidak akan tetap ada tagihan yang besar. Kami perbaiki segera memakai dana talangan, nanti diganti melalui penganggaran di Perubahan APBDes," cetusnya.

Mojo Kembangsore Park dibangun Pemerintah Desa Petak sejak 2017. Seluruh dana yang digunakan dari BK Desa. Dengan rincian Rp 5 miliar tahun 2017, Rp 5 miliar tahun 2018, Rp 1 miliar tahun 2019, serta Rp 200 juta tahun 2020. Nantinya, pasar rakyat dan objek wisata ini menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Petak.

"BK Desa tahun ini senilai Rp 200 juta hanya untuk pemasangan rolling door," tandas Sukandar.

Tonton juga Ruko di Matraman: Kualitas Buruk Berakhir Ambruk :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)