1,5 Bulan Demam Berdarah Serang 76 Warga Trenggalek, 2 Meninggal

Adhar Muttaqin - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 16:50 WIB
Demam Berdarah Serang 76 Warga Trenggalek
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek -

Selama 1,5 bulan, 76 warga Trenggalek terserang demam berdarah (DB). Dua di antaranya meninggal dunia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek Saeroni, mengatakan selama periode Januari hingga pertengahan Februari ini jumlah penderita DB mencapai 76 kasus, yang tersebar hampir di seluruh kecamatan.

"Untuk yang meninggal ada dua orang, semua masih anak-anak, satu dari Kecamatan Tugu dan satu lagi dari Kecamatan Trenggalek," kata Saeroni, Jumat (14/2/2020).

Serangan demam berdarah pada awal tahun ini paling banyak terjadi di Kecamatan Trenggalek, Tugu, Pogalan dan Gandusari. Wilayah serangan DB rata-rata berada di daerah datar.

"Dari 22 puskemas hanya ada tiga yang nol demam berdarah, yaitu Pangul, Bodag dan Pandean," jelasnya.

Sementara itu dari catatan Dinkesdalduk KB Trenggalek wilayah yang masuk kategori endemis demam berdarah di Trenggalek berada di tiga kecamatan. Yakni Trenggalek, Pogalan dan Durenan. Disebut endemis karena setiap tahun selalu ada kasus DB.

Dokter Saeroni menjelaskan tingginya angka demam berdarah di pengaruhi oleh pola hidup bersih dan kesehatan lingkungan. Hal itu juga erat kaitannya dengan kepadatan jumlah penduduk.

Terkait ancaman demam berdarah tersebut, pihaknya telah mengambil berbagai langkah. Mulai dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sosialisasi tentang kebersihan lingkungan serta melakukan pengasapan di beberapa daerah yang terserang DB.

"Yang perlu ditingkatkan adalah PSN, perlu diingat nyamuk Aides Aegypty ini bertelur di air jernih yang tidak menyentuh tanah, seperti di kaleng, ban bekas, pelepah pisang, maupun bak mandi. Jangan salah PSN bukan kerja bakti bersih-bersih rumput," jelasnya.

(fat/fat)