Penyebar Hoax Orang Tenggelam Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 16:54 WIB
Ide Pembuatan Video Hoax Muncul Karena Air Sungai Keruh
Pura-pura terseret arus banjir (Foto file: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Dua warga Kecamatan Songgon Banyuwangi harus berurusan dengan polisi. Ini setelah video hoax tentang korban meninggal terseret banjir yang mereka buat viral.

Dua warga itu yakni RJ (18) warga Desa/Kecamatan Songgon dan MA (35) Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh. Mereka diamankan setelah video berdurasi 19 detik itu tersebar di aplikasi Whattsapp.

Meski diamankan dan dimintai keterangan, keduanya tidak dilakukan penahanan. Dua pelaku hanya dikenakan sanksi wajib lapor.

"Kita kenakan wajib lapor. Kita juga memburu orang yang menyebarkan video ini," ujar Kapolresta Arman kepada detikcom, Kamis (13/2/2020).

Dia mengaku ide ini muncul saat melihat air keruh yang ada di sungai. Mereka sering mencari ikan di kawasan aliran sungai setempat. Sungai itu saat ini kondisinya masih keruh karena ada banjir dan longsor diduga dari Gunung Raung.

"Satu orang nyemplung di sungai sebagai korban yang diduga meninggal, satu orang lagi yang merekam," jelasnya.

Dua orang diamankan polisi setelah video mereka berdurasi 19 detik itu tersebar di aplikasi Whattsapp masyarakat. Dalam video tersebut terdapat seorang laki-laki tersangkut batu di aliran sungai akibat terseret banjir dengan kondisi seakan akan sudah meninggal dunia.

Sedangkan satu orang lainnya berperan sebagai perekam video sembari menjelaskan adanya korban meninggal dunia. Hanya dalam hitungan menit, video tersebut viral di masyarakat khususnya kawasan Kecamatan Songgon.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, polisi setempat langsung melakukan pengembangan penyidikan untuk bisa menemukan lokasi yang tergambar dalam video itu. Hingga akhirnya ditemukan bahwa lokasinya di aliran Sungai Binau Kecamatan Songgon, yang kondisi airnya masih keruh.

(fat/fat)