Mengapa MUI Jatim Haramkan Perayaan Hari Valentine?

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 14:45 WIB
MUI Jawa Timur menyatakan, perayaan Hari Valentine haram bagi umat Islam. Fatwa tersebut sudah ada sejak 2017.
Ainul Yaqin, Sekretaris Umum MUI Jatim/Foto: Faiq Azmi
Surabaya -

MUI Jatim mengharamkan perayaan Hari Valentine bukan tanpa dasar. Ada empat poin yang jadi dasar MUI Jatim dalam membuat fatwa itu.

Yang pertama, perayaan itu merupakan perilaku yang menyerupai kegiatan penganut agama di luar Islam. "Maka bila ada umat Islam yang merayakan, yang bersangkutan bukan lagi berkepribadian Mukmin yang taat," ucap Ainul Yaqin, Sekretaris Umum MUI Jatim, Rabu (12/2/2020).


Poin kedua, lanjut Ainul, perayaan Hari Kasih Sayang bukanlah tradisi Islam. Maka dari itu, wajib bagi Muslim untuk tidak meniru.

Yang ketiga, perayaan Valentine berpotensi menimbulkan sesuatu yang menyimpang. Seperti seks bebas.


"Ada berbagai cara dalam perayaan itu. Mulai dari tukar kartu, ucapan kasih sayang, bergaul bebas, bermesraan di tempat terbuka bahkan sampai zinah," tegasnya.

Poin terakhir, perayaan Valentine's Day termasuk dalam syiar penganut agama non-Islam. "Kalau umat islam merayakan Valentine, sama saja mengumbar syiar yang berarti kita menyiarkan sesuatu yang bukan tradisi kita. Sama saja mengampanyekan masalah," pungkasnya.

(sun/bdh)