Sidak Panti Pijat, Anggota DPRD Surabaya Dimintai Surat Izin dan Dibentak

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 21:17 WIB
panti pijat plus plus di surabaya
Komisi A DPRD Surabaya sidak di panti pijat di Jalan Tunjungan (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Komisi A DPRD Kota Surabaya sidak di panti pijat di Jalan Tunjungan. Di sana, para wakil rakyat tersebut sempat dibentak. Mereka juga kaget saat tahu panti pijat itu ternyata plus plus.

Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krisna mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan jika panti pijat di kawasan Jalan Tunjungan bertambah parah dengan adanya layanan pijat plus plus.

"Symphoni, kami dari komisi yang mendengar, saat ini tambah parah. Terbuka untuk plus plusnya (pijat), sehingga kami melakukan sidak ke sana," kata Ayu kepada detikcom, Selasa (11/2/2020).

Sidak di panti pijat itu diikuti seluruh anggota Komisi A. Di sana, para wakil rakyat itu menemukan seperti yang diinformasikan.

"Benar, kami lihat sendiri. Awal kami datang, kami nanya baik-baik kami pingin ketemu pimpinannya. Karena kami lihat ada etalase, ada perempuannya duduk di sofa. Pakai baju mini, hak nya tinggi, make up nya menor dan dadanya kelihatan," kata Ayu.

Anggota dewan ini kemudian menanyakan dan ingin melihat surat izin panti pijat tersebut. Bukannya diberi yang diinginkan, salah satu pegawai justru menanyakan surat keterangan sidak.

"Ada ibu-ibu setengah baya, menanyakan (kami) dari mana terus bentak-bentak. Mana surat tugasnya, mana surat tugasnya," kata Ayu.

Ayu kemudian menjelaskan bahwa kedatangan mereka terkait tugas pengawasan DPRD Kota Surabaya. Ayu lalu kembali meminta surat izin dari panti pijat tersebut.

"Ternyata mereka tidak mampu menunjukkan surat izinnya. Andaikan Symphony itu sudah berizin, massage gitu kan, tapi yang kami tanyakan plus plusnya. Mana ada izin dikeluarkan kalau ada massage plus plusnya,," lanjut Ayu.

Ayu memastikan tempat itu melayani pijat plus plus. Karena saat salah satu anggota Komisi A mencoba naik ke ruang atas, ditemukan bilik kamar dalam kondisi tertutup.

Selain itu, ada pengakuan dari salah satu pegawai yang sudah bekerja sejak panti pijat itu berdiri. Saat ditanya oleh salah satu anggota dewan, pegawai itu mengaku bahwa tempat itu adalah tempat pijat namun dengan layanan plus plus.

"Tempat ini untuk apa, untuk massage kah, lalu dijawab iya, plus-plus tapi bu," ujar Ayu.

(iwd/iwd)