Banjir Kiriman dari Madiun, Polisi Ngawi Buka Posko Siaga

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 14:13 WIB
Siaga Banjir, Ini Yang dilakukan Polisi di Ngawi
Polisi Ngawi siapkan posko (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Ngawi -

Luapan Bendungan Kedungbrubus di Kecamatan Pilangkenceng, membawa dampak banjir di Madiun dan dua desa di Kabupaten Ngawi. Polisi pun bergerak cepat membuat posko banjir.

Ini untuk memantau wilayah terdampak banjir yakni Desa Babadan Kecamatan Pangkur dan Desa Ringinanom Kecamatan Karangjati.

"Meskipun baru kecil banjir hanya menggenangi jalan, kita langsung siap siaga untuk mewaspadai banjir jika air terus bertambah," ujar Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto kepada wartawan di posko Kantor Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Selasa (11/1)2/2020).

Dari data yang diterimanya, kata kapolres, banjir kiriman Kabupaten Madiun ini mengalir melalui Sungai Moneng. Banjir kiriman dari hujan Gunung Pandan, lanjut kapolres, hanya menggenangi jalan desa yang ada di dekat aliran sungai.

"Air hanya lewat, alhamdulillah tidak masuk ke rumah warga. Jadi air langsung mengalir masuk sungai Madiun anak Bengawan Solo," paparnya.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memerintahkan kapolsek untuk koordinasi dengan Forpimcam Pangkur, BPBD, dan kades serta perangkat desa yang terdampak bencana alam banjir. Selain itu, polisi juga memberi imbauan masyarakat di daerah aliran Sungai Moneng agar selalu waspada sewaktu-waktu arus sungai naik.

"Kita sudah perintahkan semua polsek yang di daerah rawan banjir untuk siaga banjir. Jika memang air nanti bertambah jika diperlukan untuk mengevakuasi warga ketempat yang aman ataupun ketempat sanak keluarga maupun tempat yang sudah ditentukan oleh perangkat desa," tandasnya.

Pihaknya juga menyiapkan perahu karet. Apalagi Ngawi merupakan kawasan langganan banjir. Empat wilayah yang biasanya menjadi langganan banjir yakni, Kecamatan Pangkur, Kwadungan, Geneng dan Ngawi Kota dan telah didirikan posko.

"Posko tanggap darurat bencana berada ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau untuk pengungsi," jelasnya.

Sementara Kades Babadan Joko Suhodo mengatakan saat ini kondisi air mulai surut meski sebagian air masih menggenangi persawahan. Tercatat, ada 660 rumah KK yang sempat terkepung banjir. Terdiri dari enam dusun. Yakni Dusun Loran, Nganti, Tengahan, Gerung, Kasren dan Kaligandri.

"Data yang ada saat ini tadi ada sekitar 660 rumah KK yang terkepung banjir tapi tidak masuk rumah. Yang masuk hanya lima saja dan lainnya aman. Untuk cuaca saat ini cerah semoga tidak hujan lebat," tandasnya.

(fat/fat)