Penyobekan Massal Satu Halaman Buku SD yang Sebut NU Radikal

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 14:02 WIB
PCNU Kota Surabaya meminta Dindik setempat untuk menyelesaikan masalah buku SD yang menyebutkan NU sebagai organisasi radikal. Ketua PCNU Kota Surabaya Muhhibin Zuhri bersyukur Dindik bertindak cepat.
Halaman yang menyebut NU sebagai organisasi radikal/Foto: Istimewa
Surabaya -

Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya memerintahkan semua kepala sekolah SD untuk mengumpulkan buku yang menyebut NU sebagai organisasi radikal. Kemudian melakukan penyobekan massal satu halaman tersebut.

Penyobekan buku dilakukan setelah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya melayangkan protes kepada Dinas Pendidikan. Yakni terkait masih beredarnya buku pelajaran yang berisi informasi tersebut.


"Di buku pelajaran resmi Kemendikbud ada yang menurut beliau itu tidak benar. Maka beliau melayangkan protes ke kami. Sekarang ini saya tindaklanjuti dengan pencabutan buku itu. Ini sebetulnya persoalan lama Mas. Ini sudah diajarkan mulai tahun 2017," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo kepada detikcom, Selasa (11/2/2020).

Supomo menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan kepala sekolah SD se-Surabaya untuk menyobek satu halaman dari buku tersebut. Kemudian satu halaman yang disobek dikumpulkan di Dindik Surabaya.


"Kemarin (sudah dikumpulkan), instruksinya sudah jelas," pungkas Supomo.

Ketua PCNU Kota Surabaya Muhhibin Zuhri mengapresiasi langkah Dindik Kota Surabaya yang dinilai responsif. "Responsif Pak Pomo untuk langsung memerintahkan kepada seluruh sekolah untuk menyobek halaman buku itu," katanya.

(sun/bdh)