Tawarkan Threesome, Tukang Pijat dan Calo Vila Berubah Jadi Pasutri

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 17:51 WIB
threesome
Pasutri gadungan dikeler (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Seorang tukang pijat dan calo vila diamankan setelah digerebek melakukan threesome. Ini modus yang mereka lakukan saat menawarkan layanan threesome.

Kedua tersangka adalah Rahayu Ardi Kurniawan alias Marcel (37), warga Desa/Kecamatan Trawas, Mojokerto bersama Mustofa alias Putra (38), warga Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto yang tinggal di Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto.

Sembari menawarkan vila, Rahayu juga menjajakan layanan seks threesome ke para tamu. Ibu tiga anak ini bekerjasama dengan Mustofa. Dia meminta tukang pijat plus itu berpura-pura menjadi suaminya. Mustofa biasa dipanggil sebagai gigolo dengan modus tukang pijat yang menawarkan layanan plus.

"Modusnya mereka (Mustofa dan Rahayu) pura-pura sebagai pasangan suami istri untuk menarik pelanggan supaya tidak sungkan dan lebih nyaman," kata Kapolres Mojokerto AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (10/2/2020).

Feby mengatakan tersangka Rahayu mengaku telah tiga kali melayani seks threesome dalam setahun terakhir. Dia berdalih terhimpit kebutuhan ekonomi. Rahayu sendiri mempunyai suami dan tiga anak.

"Pura-pura jadi suami istri supaya pelanggannya mau. Karena pelanggannya minta suami istri," jelas Feby.

Sementara Mustofa berdalih hanya diajak oleh Rahayu untuk melayani tamu. Dia bersedia mengaku sebagai suami Rahayu karena diberi imbalan Rp 300 ribu.

"Saat ditangkap main cuma sebentar. Saya yang pertama main. Belum sempat terima imbalan sudah digerebek," tandas pria yang sudah lama menduda ini.

Kepada pelanggannya, Rahayu memasang tarif Rp 1,5 juta untuk sekali threesome. Tarif itu belum termasuk sewa vila Rp 500 ribu yang dibebankan kepada pelanggan. Mustofa dapat Rp 300 ribu, sementara Rahayu dapat Rp 1,2 juta.

Layanan seks threesome yang dijajakan Rahayu dan Mustofa sudah berjalan selama setahun. Mereka melayani pelanggan wanita maupun pria. Praktik prostitusi seks tidak wajar ini dibongkar Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto pada Kamis (6/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Akibat perbuatannya, Mustofa dan Rahayu dijerat dengan pasal 296 dan 506 KUHP. Mereka diancam hukuman maksimal 1 tahun dan 4 bulan penjara.

(iwd/iwd)