Pelindo III Angkat Bicara Dugaan Penggusuran Perkantoran di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 09 Feb 2020 17:00 WIB
Pelindo III Angkat Bicara Dugaan Penggusuran Kantor PT Samudera Bahari
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

PT Pelabuhan Indonesia III angkat bicara terkait pelaporan PT Samudera Bahari Banyuwangi ke polresta setempat. Penertiban lahan kantor tersebut sudah sesuai prosedur. Bahkan, PT Samudera Bahari tidak memiliki hak untuk menempati bangunan dan lahan milik Pelindo III di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi tersebut.

VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III Wilis Aji Wiranata mengatakan, masa penggunaan bangunan yang dipermasalahkan oleh Thomas Budi Sarwono sebagai perwakilan dari PT Samudera Bahari telah usai. Sehingga, menurutnya, pelaporan tersebut salah sasaran dan cacat hukum karena tidak sesuai dengan kenyataan.

"Dalam berita Acara kami dengan PT Samudera Bahari telah jelas penggunaan waktunya, yaitu mulai tanggal 1 Juli 2009 sampai dengan 31 Desember 2017. Sehingga kontraknya sudah habis. Sudah barang tentu, jika kontrak habis maka penyewa harus meninggalkan bangunan yang disewanya itu," ujarnya kepada detikcom, Minggu (9/2/2020).

Masa Penggunaan Bangunan milik PT Pelindo III Tanjungwangi adalah sejak 1 Juli 2009 hingga 31 Desember 2017, sementara penertiban bangunan aset milik PT Pelindo III dilakukan pada 15 November 2018 lalu. Setelah sebelumnya diberikan peringatan secara patut namun tidak di indahkan.

"Penertiban dimulai dengan rapat koordinasi yang juga dihadiri oleh aparat kepolisian, TNI AL dan stakeholder kepelabuhanan. Kemudian pengosongan bangunan kantor pun dilakukan sendiri oleh penghuninya," tambahnya.

Menurutnya, keberadaan PT Samudera Bahari yang menempati bangunan milik PT Pelabuhan Indonesia III Tanjungwangi adalah ilegal. Sebab masa penggunaannya telah usai. Bahkan, ditemui dilokasi tersebut ada plang nama perusahaan lain dimana sebelumnya PT Timur Nusantara juga di situ.

Thomas Budi sebelumnya juga berperkara dengan Pelindo III dengan menggunakan perusahaan PT Timur Nusantara di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Kasus tersebut kemudian dimenangkan oleh Pelindo III. Hal ini tertuang dalam penetapan Pengadilan Negeri Banyuwangi nomer 06/Pen.Eks/2018/PN.Sby Ko No.196/Pdt.G/2009/PN Sby.

"Oleh karena itu dilakukan eksekusi lahan atas keputusan dan penetapan Pengadilan," ujarnya.

Sementara, terkait dengan pelaporan PT Samudera Bahari ke Polresta Banyuwangi atas dugaan kasus penggusuran, PT Pelabuhan Indonesia III mempersilakan hal tersebut. Penertiban lahan dan gedung yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia III adalah untuk menyelamatkan aset negara yang dikuasai orang lain secara ilegal.

"Kami persilakan untuk melaporkan hal tersebut. Sekali lagi kami melakukan ini untuk penyelamatan aset negara," pungkasnya.

PT Samudera Bahari melaporkan PT Pelindo III Tanjungwangi, Banyuwangi ke polresta setempat. Pelaporan ini dilakukan seiring dengan penggusuran kantor PT Samudera Bahari di kompleks pelabuhan tersebut. Pelindo III Banyuwangi dinilai telah melakukan tindakan yang disinyalir melawan hukum. Ini karena, saat penggusuran berlangsung, PT Samudera Bahari masih terikat perjanjian sewa lahan dan kantor dengan Pelindo III.

Tonton juga Sosok Mayat Wanita dengan Kondisi Terbakar Ditemukan di Kebun Kelapa Banyuwangi :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)