Hore, Akhirnya Petani Tambak Dapat Pupuk Bersubsidi

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 13:25 WIB
Akhirnya Petani Tambak dapat Pupuk
Petani tambah dapat pupuk bersubsidi (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Para petani tambak Lamongan akhirnya mendapat pupuk bersubsidi. Ini setelah Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian bertemu petani usai turun ke jalan.

Salah satu desa di Lamongan yang hari ini sudah bisa mendapatkan pupuk bersubsidi yakni Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah. Di desa ini, petani tambak mendapat kiriman pupuk bersubsidi sebesar 6 ton pupuk Urea dan 2 ton TSP.

"Iya, hari ini kami sudah mulai bisa mendapat pupuk bersubsidi," kata Kades Mungli, Sutrisno kepada wartawan saat dikonfirmasi, Sabtu (8/2/2020).

Sutrisno mengaku, sejak adanya kebijakan Permentan No 1 tahun 2020, Desa Mungli sejak awal Januari lalu tidak ada pupuk. Padahal, kata Trisno, bulan-bulan itu adalah bulan petani tambak mulai menebar bibit ikan.

"Kami berterima kasih kepada pihak distributor pupuk, pemkab dan para petani tambak yang kemarin melakukan aksi turun jalan sehingga tuntutan petani tambakpun dikabulkan," ujar Trisno.

Salah satu distributor pupuk di Lamongan juga membenarkan mulai hari ini mereka sudah mulai mendistribusikan pupuk ke petani tambak. Petugas distributor pupuk Johnny mengaku mereka sudah mulau mendistribusikan pupuk ke 5 kecamatan di Lamongan yang menjadi area distribusinya.

"Empat hari ini kami akan kirimkan ke semua petani tambak agar tercukupi, asal sesuai RDKK. Sesuai dengan keinginan Pak Dirjen kemarin," jelasnya.

Johny menambahkan, selaku penyalur pupuk mereka siap untuk menyalurkan ke seluruh masyarakat asalkan regulasi dan peraturannya ada. Johny juga menyebut, stok pupuk masih cukup untuk beberapa bulan ke depan.

"Pak dirjen kemarin sudah menyampaikan untuk petani perikanan agar dicukupi kebutuhannya sementara, sambil menunggu persetujuan dari kementerian keuangan untuk jangka panjangnya dan Insyaallah semua sudah bisa tersalur, kondisi instrumen penyaluran sudah siap," tambah Johny.

Dia menambahkan untuk pengiriman pupuk ini mereka lembur dengan pengiriman sehari bisa mencapai 150 ton lebih.

Seperti diketahui, Kamis (6/2) ratusan petani tambak di Lamongan turun jalan memprotes Permentan nomor 1 tahun 2020 tentang alokasi pupuk bersubsidi yang melarang petani tambak untuk mendapatkan pupuk. Padahal, selama ini petani tambak di Lamongan sangat membutuhkan pupuk.

Aksi ini juga membuat Kementerian Pertanian melalui Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian langsung turun ke Lamongan dan memutuskan untuk jangka pendek ini petani tambak bisa memperoleh pupuk bersubsidi dan untuk jangka panjang Kementan akan berkoordinasi dengan KKP.

(fat/fat)