Harga Bawang Putih di Lamongan Melambung, Ini Ungkapan Kekesalan Warga

Eko Sudjarwo - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 07:20 WIB
Harga Bawang Putih Naik di Lamongan
Penjual bawang putih di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Merebaknya virus corona di China berimbas kenaikan harga bawang putih di Lamongan. Harga bawang putih kali ini oleh pedagang bukan lagi kenaikan, tapi ganti harga.

Pantauan di Pasar Sidoharjo Lamongan, harga bawang putih yang semula hanya Rp 35 ribu/kg perkilo kini naik menjadi Rp 58 ribu/kg.

"Naik Buanget, ganti harga mas, bukan naik lagi, tapi sudah ganti harga," kata Suswati, salah seorang pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan dengan ketus, Sabtu (8/2/2020).

Suswati menduga, kenaikan harga bawang putih ini lebih dipengaruhi merebaknya virus corona yang menyebabkan pintu impor ditutup. Padahal, kata Suswati, bawang putih yang dijual di pasaran adalah bawang putih impor dari China. Kenaikan harga bawang putih ini, menurut Suswati sudah terjadi sejak 1 minggu.

"Karena katanya impor dari China, sedangkan di sana sedang ada corona," ujarnya.

Akibat kenaikan itu, pembeli mulai berkurang dan pedagang mengalami penurunan omzet penjualan setiap harinya. Meski mengalami kenaikan namun untuk pasokan bawang putih di Pasar Sidoharjo masih aman hingga satu bulan ke depan. Hanya saja pedagang harus membelinya dari para tengkulak dengan harga yang lebih malah.

"Pelanggan yang biasanya membeli bawang sudah mulai berkurang. Kalau dulu beli seperempat sekarang turun jadi beli 1 ons," tambahnya.

Kenaikan harga bawang putih juga berimbas pada komiditas bahan masakan lainnya seperti harga cabai rawit yang semula 25 ribu/kg, kini menjadi Rp 65 ribu/kg. Sementara untuk harga ayam potong masih relatif murah dibandingkan dengan minggu lalu. Untuk harga daging ayam pedaging R 34 ribu/kg dan ayam jenis ras Rp 35 ribu/kg.

Naiknya harga bawang putih ini diakui Disperindag Lamongan. Kepala Disperindag Lamongan Muhammad Zamroni menuturkan, kenaikan harga bawang putih ini disebabkan ada kendala impor dari China, sehingga bahan yang tersedia di distributor saja yang bisa didatangkan ke Lamongan.

"Iya mas terus perlahan naik. Hal ini disebabkan pasokan mulai tersendat dan kondisinya hampir sama dengan daerah lain yaitu karena virus Corona," ujar Zamroni.

Berdasarkan data dari Disperindag Lamongan, terang Zamroni, kenaikan harga bawang putih sejumlah pasar tradisional di Lamongan cukup bervariasi. Di Pasar Mantup dari sebelumnya seharga Rp 30 ribu/kg naik menjadi Rp 50 ribu/kg. Sementara di Pasar Blimbing dari semula dijual dengan harga Rp 32 ribu/kg baik menjadi Rp 52 ribu/kg. Kenaikan juga terjadi di Pasar Babat.

"Disperindag Lamongan masih akan terus memantau perkembangan harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional, sebelum mengambil langkah untuk melakukan operasi pasar," jelasnya.

(fat/fat)