Ini Respons Dirjen Pertanian soal Tuntutan Petani Tambak di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 18:37 WIB
Dirjen Pertanian dan Bupati Lamongan
Dirjen Peternakan dan Bupati Lamongan bertemu (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Ratusan petani tambak di Lamongan turun tangan menolak Permentan No 1 Tahun 2020, mendapat tanggapan dari Kementerian Pertanian. Permentan No 1 Tahun 2020 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2020.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian pun langsung turun mengatasi persoalan pupuk tersebut. Kementerian Pertanian menjanjikan akan mengatasi persoalan pupuk yang dikeluhkan petani tambak di Lamongan.

"Masalah pupuk subsidi akan segera kami selesaikan. Berkaitannya dengan pupuk, bersubsidi ini tidak ada masalah, jadi untuk jangka pendek, jatah padinya ditarik dulu untuk digunakan dalam waktu singkat," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, di Guest House Pemkab Lamongan, Jumat (7/2/2020).

Pernyataan kementan merespon upaya yang sudah dilakukan Pemkab Lamongan melalui Dinas Perikanan dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, melobi Kementerian Pertanian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan dan demo para petani tambak Kabupaten Lamongan yang meminta alokasi tambahan pupuk bersubsidi.

"Kami berkunjung ke sini dengan harapan permasalahan bisa teratasi dan akan segera kita tindaklanjuti. Alhamdulillah sekarang sudah solusi, semuanya bisa menerima," kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, petani tambak di Lamongan sebenarnya juga petani tanaman pangan. Pada saat musim kemarau, petani tambak di Lamongan lahannya beralih fungsi untuk tanaman padi.

"Di Lamongan bukan hanya ikan, ada padi, karena ini juga untuk menanam padi. Berarti berhak mendapatkan pupuk subsidi. Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)-nya akan kami siapkan, kami bisa memerintahkan untuk mendapatkan pupuk subsidi. RDKK itu penting untuk mengeluarkan pupuk bersubsidi," tuturnya.

Menyelesaikan masalah kekurangan pupuk dan pemenuhan kebutuhan pupuk untuk petani tambak ini, dikatakan Sarwo Edhy merupakan solusi jangka pendek yang harus terselesaikan, dalam waktu dekat ini.

"Kesimpulannya, itu untuk jangka pendek, silahkan pak bupati (Lamongan Fadeli) dan pak kadis (Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan)," jelasnya.

Sementara untuk jangka panjangnya, lanjut Sarwo Edhy, antar Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan, dan Perikanan (KKP) akan saling berkoordinasi. "Akan ada surat ke Menteri KKP ke Menteri Pertanian, bahwa petani tambak tetap mendapatkan pupuk, dan Menteri Pertanian bisa kirim surat ke Menteri Keuangan, itu jangka panjangnya," katanya.

Bupati Lamongan Fadeli mendapat bocoran dari Ditjen PSP pupuk bersubsidi sudah bisa didapatkan para petani tambak, Jumat (7/2/2020). "Bahkan ini tadi Pak Ditjen bisik-bisik ke saya besok bisa dilaksanakan, orang Petro sudah di sini, yang punya pupuk sudah di sini," jelas Fadeli.

Atas tuntasnya persoalan itu, Fadeli menyampaikan, kehadiran Ditjen PSP merupakan bentuk respon cepat dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. "Pak Menteri langsung menerjunkan pak ditjen ke sini. Dan Alhamdulillah ini dikembalikan ke aturan kemarin. Dan sebetulnya menurut saya tidak ada yang salah di tingkat kementerian," katanya.

Dia menegaskan, di Lamongan tidak perlu dibedakan antara petani tanam dan petani tambak. "Masalah budidaya masalah pertanian itu sudah jadi satu, di Lamongan ini masalah pertanian dan perikanan jadi satu, kita tidak perlu merubah peraturan," ujarnya usai dialog bersama Ditjen PSP Sarwo Edhy dan para petani.

Salah seorang petani tambak yang diundang untuk bertemu dengan Dirjen PSP Kementerian Pertanian Yusuf Fadli tetap dalam pendiriannya untuk bisa memperoleh pupuk bersubsidi. Yusuf mengaku memberikan waktu 4 hari kepada pemerintah untuk segera memberikan kepastian.

"Jika dalam waktu dalam waktu 4 hari tidak ada kepastian, kami akan turun jalan kembali," tandas Yusuf.

Ratusan Petambak Lamongan Unjuk Rasa, Ketua DPRD Diajak Longmarch!:

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)