Rencana Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Bromo Dapat Penolakan

M Rofiq - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 17:02 WIB
Proyek kereta gantung yang rencananya akan dibangun di kawasan wisata Gunung Bromo mendapatkan penolakan. Penolakan datang dari Perkumpulan Penyedia Jasa Layanan Akomodasi dan Transportasi Wisata (PATRA) Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Surat penolakan pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo/ Foto: Istimewa
Probolinggo -

Proyek kereta gantung yang rencananya akan dibangun di kawasan wisata Gunung Bromo mendapatkan penolakan. Penolakan datang dari Perkumpulan Penyedia Jasa Layanan Akomodasi dan Transportasi Wisata (PATRA) Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Penolakan itu mereka tuangkan dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan nomor surat 003/0102/PATRA/2020. Dalam surat itu disebutkan tiga poin keberatan terkait pembangunan kereta gantung. Di antaranya, pembangunan kereta gantung dinilai akan mengganggu kawasan konservasi dan ekosistem di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).


Sebelumnya, rencana pembangunan kereta gantung di wisata Gunung Bromo sudah membuahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019. Yakni tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbang Kertasusila, Kawasan Bromo Tengger Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lingkar Selatan.

Dengan anggaran Rp 300 miliar, kehadiran kereta gantung itu dinilai berdampak buruk terhadap pelaku wisata lokal dan jasa transportasi. Baik ojek kuda, motor maupun transportasi mobil gunung.

Apabila tetap dilanjutkan, menurut PATRA, akan berdampak pada pelaku jasa wisata di kawasan TNBTS. Ribuan orang terancam kehilangan penghasilan. Sebab, adanya kereta gantung secara otomatis akan membuat wisatawan beralih.

Tonton juga video 3 Tempat Sembahyang Umat Hindu di Bromo Rusak, Polisi Turun Tangan: