Perampok yang Bunuh Karyawati Bank di Banyuwangi Divonis 15 Tahun Penjara

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 15:50 WIB
pembunuhan di banyuwangi
Terdakwa hanya menunduk mendengar vonis (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Ahmad Khoirul (29) terdakwa kasus perampokan yang berujung kematian korban Gadis Rizkia (23), warga Dusun Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, divonis hukuman 15 tahun penjara.

Vonis terhadap terdakwa asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar tersebut maksimal. Sejak awal jaksa yang menuntut perkara itu menjeratnya menggunakan pasal 365 KUHP tentang pencurian yang disertai dengan kekerasan yang ancaman hukumannya 15 tahun.

Luluk Winarko, hakim yang memimpin jalannya sidang memaparkan pertimbangannya saat sidang putusan. Salah satunya kejahatan itu dilakukan pada malam hari dan memukul korban menggunakan potongan kayu kelapa yang telah dipersiapkan. Imbas dari aksi yang dilakukan terdakwa, korban akhirnya meninggal dunia akibat cedera berat di bagian kepala usai dipukul sepotong kayu kelapa.

"Pukulan benda tumpul itu membuat kepala Gadis Riskia mengalami cidera berat. Ini sesuai hasil visum et repertum tim medis," terangnya ketika membacakan putusan, Selasa (4/2/2020).

Keluarga korban menangisKeluarga korban menangis Foto: Ardian Fanani

Meski peristiwa pencurian disertai tindak kekerasan terjadi pukul 04.30 WIB pada 27 September 2019, hakim berpendapat itu masih malam hari karena matahari belum terbit. Ketika memasuki kamar korban yang tinggal tak jauh dari kediamannya, terdakwa Icang berusaha mengambil HP karyawan Bank Mandiri Rogojampi.

"Korban terbangun ketika terdakwa hendak mengambil HP, lalu dipukul pakai kayu kelapa yang telah disiapkan oleh terdakwa. Motor Honda Scoopy korban digadaikan di Lokalisasi Blibis, Kecamatan Blimbingsari setelah berkencan dengan salah satu PSK," tambah Hakim Luluk.

Usai vonis dibacakan, terpidana Ahmad Khoirul buru-buru dilarikan ke mobil tahanan. Pria dengan nama panggilan Icang itu memang diburu oleh kekuarga korban yang selalu mengawal jalannya sidang.

Perkara ini menyita perhatian publik dan aparat Kepolisian Resor Kota Banyuwangi karena pihak keluarga terus menggelar aksi damai di depan PN Banyuwangi agar terdakwa divonis hukumnya mati. Demo itu membuat aparat menutup akses Jalan Adi Sucipto Banyuwangi.

Vonis itu bagi paman korban, Hajar Ismail (44), sangat berat untuk diterima.

"Sebetulnya kami kurang puas, tapi bagaimana lagi sudah diputus oleh pengadilan. Bisa nggak bisa ya harus kita terima," ungkapnya usai vonis.

Simak Video "Penagih Utang Dibunuh dan Dibuang ke Jurang, Evakuasi Dramatis"

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)