Polwan Ini Buat Anak-anak Lupa dengan Trauma Banjir Bandang yang Dialami

Chuk S Widarsha - detikNews
Sabtu, 01 Feb 2020 17:03 WIB
banjir bandang di bondowoso
Polisi melakukan trauma healing kepada anak-anak terdampak banjir (Foto: Chuk SI Widarsha)
Bondowoso -

Puluhan anak terdampak banjir bandang Ijen mendapat trauma healing. Hal itu dilakukan untuk memulihkan rasa trauma pada anak.

Pantauan detikcom di lokasi terdampak, trauma healing atau pemulihan rasa trauma dilakukan oleh para polisi wanita (polwan), dibantu sejumlah relawan. Mereka mendatangi langsung lokasi terdampak di Dusun Kampung Baru, Desa Kalisat, Ijen.

Anak-anak yang masih berusia di bawah umur terdampak banjir bandang beberapa hari sebelumnya tersebut lalu dikumpulkan di sebuah tempat. Berbagai metode dan pendekatan lantas dilakukan untuk memulihkan rasa traumatik pada anak.

Di antaranya, mereka diajak bernyanyi, dolanan, guyonan, serta beberapa cara untuk menciptakan suasana gembira. Bahkan, mereka juga diajak menari dan berjoget bersama para Polwan tersebut.

Suasana riuh penuh tawa gembira dari anak-anak berusia di bawah 10 tahunan itu tercipta. Kendati mengenakan baju seadanya, anak-anak yang rata-rata duduk di bangku SD itu tampak riang gembira, seakan sudah lupa pada kejadian bencana sebelumnya.

Mereka juga diberi berbagai macam mainan, sesuai umurnya. Bahkan, beberapa dari bocah tersebut sempat saling berebut satu sama lain. Sebab, ketertarikan mereka pada jenis alat permainan yang tersedia mungkin berbeda.

"Dalam penanganan pascabencana, ada hal yang juga perlu diperhatikan secara khusus. Yakni dampak psikologis," kata Kapolres Bondowoso AKBP Febriansyah, saat ditemui di Desa Kalisat, Sabtu (1/2/2020).

Sebab, lanjut dia, selain bantuan logistik yang mungkin sudah banyak, juga ada kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian khusus dampak psikologisnya. Yakni anak-anak, lansia, serta para penyandang disabilitas.

"Anak-anak pasti membutuhkan perhatian lebih. Karena mereka kan belum memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan perasaan ketika terjadi bencana. Makanya, kami kerahkan polwan untuk memulihkan rasa traumanya," papar Febriansyah.

Apalagi, imbuhnya, banjir bandang itu terjadi sore hari. Pada jam-jam tersebut anak-anak tentu melihat langsung kejadian tersebut. Dan itu bisa menjadi rasa traumatik yang berkepanjangan.

Banjir bandang menerjang wilayah kecamatan Ijen, Rabu (29/1/2020) sore. Air beserta lumpur dan material lainnya itu terjadi di 2 desa, yakni Desa Sempol dan Desa Kalisat, Ijen.

Ratusan rumah warga di kedua desa tersebut diterjang air bercampur kayu dan meterial lain. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Yakni gedung sekolah, jembatan, serta fasilitas lainnya.

Simak Video "Momen Nenek Digendong Saat Evakuasi Banjir Bandang di Bondowoso"

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)