Hore, Gedung Sekolah Darurat SDN Gentong di Pasuruan Diresmikan

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 21:38 WIB
Pembangunan sekolah tanggap darurat untuk siswa SDN Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan akhirnya selesai. Bangunan yang berada di Lapangan Kelurahan Sebani ini siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Peresmian sekolah tanggap darurat untuk siswa SDN Gentong, Kota Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan -

Pembangunan sekolah tanggap darurat untuk siswa SDN Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan akhirnya selesai. Bangunan yang berada di Lapangan Kelurahan Sebani ini siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Alhamdulillah dalam waktu 23 hari SD tanggap darurat untuk SDN Gentong bisa terbangun. Yang pasti ini untuk memperlancar proses belajar mengajar siswa. Bangunan ini representatif dan memadai untuk proses belajar mengajar," kata Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo saat meresmikan sekolah darurat, Rabu (29/1/2020).

Sekolah yang dibangun Kementerian PUPR itu terdiri dari enam ruang kelas dan dua kamar mandi. Siswa kelas IV-A, IV-B, V-A, V-B, VI-A dan VI-B akan menempati bangunan tersebut. Sementara siswa kelas I-A, I-B, II-A, II-B, III-A dan III-B tetap memanfaatkan gedung Madrasah Diniyah Al-Ghofuriyah di Kelurahan Gentong.


"Kita akan koordinasi dengan kementerian apakah akan dilanjutkan pembangunan enam kelas berikutnya di sini atau langsung pembangunan di SDN Gentong yang ambruk," terang Teno.

Menurut Teno, pihak kementerian menyanggupi siap membangun kembali gedung SDN Gentong yang ambruk pada 2020 ini."Kita juga akan koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait kasus hukumnya, sehingga bisa ditindaklanjuti. Jadi kalau permasalahan hukum sudah selesai bisa dirobohkan untuk dibangun kembali," lanjut Teno.


Kepala SDN Gentong, Endang Ganefa Listiowati mengatakan, pihaknya bersyukur sekolah tanggap darurat sudah bisa ditempati. Dengan demikian para siswa bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan optimal.

"Alhamdulillah kami ada ruang lagi. Mulai besok siswa kelas IV-VI di sini. Sedangkan siswa kelas I-III tetap di madrasah," terang Endang.

(sun/bdh)