Pencuri Ponsel dan Motor di Mojokerto yang Sempat Viral Ditembak

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 15:35 WIB
curanmor viral di mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Pelaku pencurian ponsel dan sepeda motor di Mojokerto yang sempat viral di medsos akhirnya diringkus. Polisi menembak kaki dua tersangka karena melawan saat akan ditangkap.

Aksi pencurian ini terjadi di depan rental mobil Jalan Raya Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Sabtu (11/1) pukul 04.30 WIB. Pelaku terekam kamera CCTV di depan rental saat mencuri ponsel pintar milik Muhammad Fernando (19), warga Desa Telogosari, Kecamatan Donomulyo, Malang. Rekaman video kamera pengawas itu pun menjadi viral di medsos.

Korban merupakan pegawai perusahaan rental mobil tersebut. Saat kejadian, Fernando sedang tertidur pulas di atas bangku. Dia tidak sadar saat ponsel dan sepeda motor Suzuki Satria F nopol W 3699 ZD miliknya dibawa kabur pelaku. Akibatnya, korban menderita kerugian Rp 6,7 juta.

Rupanya pelaku yang terekam CCTV adalah Abdul Kholik alias Kidal (31), warga Kalianak Timur Lebar, Kecamatan Krembangan, Surabaya. "Selain wajah juga kami cocokkan dengan tato pada leher belakang tersangka," kata Kapolres Mojokerto AKBP Feby Dapot Parlindungan saat jumpa pers, Rabu (29/1/2020).

Setelah menguak identitas pelaku, lanjut Feby, tim gabungan Resmob Polres Mojokerto dan Resmob Polrestabes Surabaya meringkus Kholik, Senin (27/1) sore. Petugas juga menangkap Irwan Priyanto alias Iwan (34), warga Kelurahan/Kecamatan Bubutan, Surabaya. Irwan membonceng Kholik dengan sepeda motor menuju ke sasaran.

"Kami tangkap 5 tersangka, yaitu AK alias Kidal sebagai eksekutor, IP alias Iwan sebagai joki yang mengantar Kidal ke TKP. Tiga tersangka lainnya penadah atau pembeli barang hasil kejahatan," terang Feby.

Ketiga penadah tersebut yaitu Mahfud alias Cipuk (31), warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Mat Kusaeri alias Memet (45), warga Jalan Genting Tambak Dalam, Kecamatan Donomulyo, Malang, serta Sahid alias Tuek (33), warga Kelurahan Asemrowo, Surabaya.

Karena melawan saat ditangkap, betis Kholik dan Irwan ditembak polisi. Kholik menderita luka tembak di kedua betisnya. Sedangkan Irwan ditembak betis kanannya.

"Pelaku sudah residivis, informasi anggota dia berusaha melawan petugas dan melarikan diri. Maka kami beri tembakan melumpuhkan bukan mematikan agar tidak melawan dan kabur," ujar Feby.

Mantan Kapolres Lamongan ini menjelaskan, tersangka Kholik dan Irwan beraksi pada malam hari. Mereke berkeliling dari Sidoarjo hingga ke Mojokerto untuk mencari sasaran menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R nopol L 2119 PC.

"Pelaku menunggu korban tertidur atau lengah. Mereka sudah mencuri berulangkali baik ponsel maupun motor, tapi TKP lainnya di Surabaya," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, Kholik dan Irwan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sedangkan ketiga penadah dijerat pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(fat/iwd)