Buku Digital, Cara Akurat Polrestabes Surabaya Data Tamu yang Datang

Deny Prastyo - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 07:48 WIB
buku digital polrestabes Surabaya
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Polrestabes Surabaya terus melakukan inovasi dalam rangka menciptakan suasana aman dan nyaman dalam pelayanan publik. Salah satunya membuat buku digital untuk meregistrasi tamu yang datang.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nungroho mengatakan adanya buku digital ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

"Karena banyaknya masyarakat yang datang di Polrestabes Surabaya, perlu kami datakan dan perlu kami registasi dengan baik agar kami tahu dengan baik berapa jumlahnya tamu yang datang," kata Sandi kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (29/1/2020).

Meski progam ini belum dilaunching, namun saat ini sudah mulai dilakukan ujicoba kepada pengunjung yang datang.

"Disana ada tablet, untuk mengisi buku tamu, baik itu ada sidik jari maupun ada foto, dan KTP, untuk mengetahui berapa banyak masyarakat yang datang ke Polrestabes. Dan kami punya file siapa saja yang datang ke Polrestabes Surabaya," ujar Sandi.

Sandi mengakui saat ini masih ada beberapa kendala terkait lokasi pendataan pengunjung. Ke depan akan dilakukan penataan ulang agar masyarakat bisa menjadi nyaman.

Sandi meyakini pendataan tamu dengan buku digital ini pertama kali ada di jajaran polres di wilayah Polda Jatim.

Polrestabes Surabaya Punya Buku Digital untuk Meregistrasi Tamu yang DatangFoto: Deny Prastyo Utomo

"Untuk di Jawa Timur mungkin kami yang pertama, karena rata-rata masih manual, masih konvensional untuk pendataan tamu-tamu yang datang di kantor-kantor kepolisian. Oleh karena itu kami mulai mendatakan tamu-tamu yang datang berapa banyak dan kami bisa memastikan tamu yang datang rekan-rekanan kami, teman-teman, saudara-saudara kami yang tidak punya maksud dan tujuan jelek terhadap Polrestabes Surabaya," ungkap Sandi.

Secara teknis, Sandi menjelaskan terkait penerapan buku tamu digital yakni, jika ada tamu yang datang di pos penjagaan, akan dilakukan registrasi oleh petugas polisi yang jaga. Waktunya pun tidak lebih dari satu menit.

"Nanti akan diminta KTP, kemudian difoto, kemudian ada sidik jari, kemudian akan dicapture wajahnya. Kami sudah praktikkan waktunya, satu orang tidak sampai satu menit. Buku tamu ini juga terintegrasi dengan Command center milik kepolisian," tandas Sandi

(iwd/iwd)