Komplotan Curanmor Spesialis Pelajar dan Emak-emak Dibekuk, 1 Pelaku Didor

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 17:21 WIB
Komplotan Curanmor Spesialis Anak dan Emak-emak Dibekuk
Foto: Erliana Riady

"Sesampainya di depan Stadion Surajaya, tersangka menyuruh korban menaruh motornya di belakang warung yang ada di Stadion Surajaya kemudian korban diajak naik mobil ke Gresik untuk menjemput teman pelaku. Saat kembali ke stadion, pelaku Yosi menyuruh korban menaruh HP dan kontak motor korban di mobil dan korban diturunkan di depan hotel Desa Sidomukti Kecamatan Lamongan," ujar Harun.

Dia menambahkan korban selalu menuruti kemauan pelaku karena takut. Apalagi pelaku mengaku anggota polisi dan memperlihatkan replika senjata api kepada korban.

Selain modus ini, pelaku juga biasa mengincar motor yang parkir dalam keadaan kunci kontak masih menempel di motor dan ditinggalkan pemiliknya seperti yang dialami seorang ibu di Kecamatan Glagah.

Sementara itu selain berhasil mengamankan ke 4 pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 4 HP, 3 dompet, 1 jaket jeans warna biru, 1 replika senjata api mainan, 1 jam tangan, 1 kaos warna hitam, 1 helm warna merah dan 1 sandal yang semuanya adalah hasil kejahatan. Polisi juga mengamankan 2 motor yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya.

"Setelah ada laporan dari para korban, Tim Jaka Tingkir Sat Reskrim Polres Lamongan melakukan penyelidikan dan akhirnya bisa mengidentifikasi keberadaan salah satu pelaku di Rumah kost di Desa Sumber, Kecamatan Bunder, Gresik dan melakukan penangkapan dan membawa para tersangka ke Polres Lamongan untuk dimintai keterangan dan dilakukan penyidikan lebih lanjut," tegas Harun.

Hasil pengembangan pemeriksaan, seluruh hasil kejahatan berupa kendaraan sepeda motor yang didapat pelaku Farid diserahkan kepada ke 3 pelaku lainnya yang selanjutnya oleh ke tiga pelaku dijual melalui internet dan dilakukan secara terputus.

Kini pelaku akan dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan atau penipuan atau penggelapan atau turut serta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 dan atau 372 atau 378 KUHP atau 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Kejahatan yang dilakukan oleh pelaku tergolong sangat meresahkan karena untuk menakut-nakuti korbannya, pelaku mengaku sebagai anggota polisi dengan menunjukkan replika senjata api dan sebagian besar korbannya adalah wanita dan anak-anak," pungkasnya.


(fat/fat)