Cerita Perempuan Berjilbab di Blitar yang Asyik Main Barongsai

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 09:25 WIB
Penampilan barongsai di Kelenteng Poo An Kiong, Blitar/Foto: Erliana Riady

Keberagaman pemain barongsai memang tidak keluar dari pakem budaya etnis Thionghoa. Bagi sang pelatih, Daniel, budaya lahir dan dibesarkan bersama.

"Terbuka bagi siapapun yang minat. Yang suka. Gak harus etnis Thionghoa. Karena budaya lahir dan dikembangkan bersama atas kebersihan hati dan cinta," ungkap Daniel.


Kelompok barongsai Poo An Kiong yang terbentuk sejak tahun 2000, lanjut Daniel, sejak awal sudah mengusung keberagaman. Karena tak hanya keturunan etnis Thionghoa sebagai pemain, namun ada banyak warga Blitar dari etnis lain sebagai pemainnya.

Menurut Daniel, Blitar itu kota multi etnis. Mereka belajar bersama pertahankan dan kembangkan semua budaya warisan nenek moyang. Bahkan di klenteng ini, juga diputar tembang-tembang Jawa karya keturunan etnis Thionghoa.

"Keberagaman itu indah. Mari kita jaga bersama dengan penuh kasih sayang sesama manusia," pungkasnya.

Halaman

(sun/bdh)