Suasana Kelenteng Cokro Jelang Sembahyang Tengah Malam

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 19:50 WIB
Warga sedang bersembahyang (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau Kelenteng Hong San Ko Tee di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalsari, Surabaya bersiap menjelang sembahyang tengah malam nanti. Sejumlah persiapan sudah disiapkan pengurus kelenteng.

Pantauan detikcom di lokasi, lampion-lampion nampak sudah terganti baru. Petugas kelenteng terlihat sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan sembahyang seperti kim cwa atau uang kertas dan hio swa atau dupa yang sudah tertata rapi untuk para jemaat yang akan melakukan sembahyang di kelenteng yang dikenal dengan nama Kelenteng Cokro ini.

Di luar kelenteng, terlihat polisi berjaga. Kelenteng juga terlihat masih sepi dari umat. Umat biasanya akan berbondong-bondong datang ke kelenteng tengah malam nanti.

Salah satu pengurus Kelenteng Cokro, Sudiman, mengatakan semua persiapan menyambut imlek sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir.

"Kalau bersih-bersih sudah kami siapkan mulai dua bulan lalu. Hari Minggu kemarin kami bersih-bersih rupang (arca dewa-dewi). Terus mengganti lampion, hari ini tinggal pelaksanaannya saja," kata Sudiman kepada detikcom, Jumat (24/1/2020).

Sudiman menambahkan meski saat ini masih terlihat beberapa jemaah yang sembahyang di kelenteng, namun secara tradisi di kelenteng ini akan ada acara sembayang bersama yang akan dilakukan pada pukul 00.00 WIB.

"Kami memang mengadakan sembahyang bersama. Jadi kayak dikumpulkan yang pas hadir di jam itu dikumpulkan ikut sembahyang bersama nanti jam dua belas malam, jadi kayak pergantian tahun kami sembahyang bersama," ujar Sudiman.

Sudiman menambahkan nanti sebelum acara sembahyang bersama akan ada pertunjukan barongsai. Setelah itu sesudah sembahyang bersama juga akan ada orang berkostum dewa rejeki akan bagi-bagi angpao.

"Nanti acaranya sesudah sembahyang akan ada orang berkostum dewa rejeki akan bagi-bagi angpao, malam ini nanti," ungkap Sudiman.

Sementara itu, salah satu jemaat, Vero (26), terlihat sembahyang lebih awal.

"Biasanya kalau nanti malam sembahyang ke kelenteng masing-masing. Karena saya merantau, datang lebih awal," ungkap Vero yang asal Banyuwangi ini.

Vera mengaku saat imlek, dia biasanya kumpul bersama keluarga dan makan bersama seperti mie dan bagi-bagi angpao.

"Kumpul-kumpul bersama keluarga. Nanti yang tua-tua biasanya kasih angpao. Terus makan bersama makan mie, jeruk. Kalau mie itu kita masak sendiri bersama-sama, sebelumnya rumah juga dibersihan, karena pada saat hari H-nya katanya tidak boleh dibersihkan, katanya buang rejeki," ungkap Vero.

Di tahun baru imlek dengan shio tikus logam ini, Vero berharap agar kehidupan dan keberuntungan lebih baik lagi.

"Harapannya setiap tahun sama, untuk tahun berikutnya lebih baik lagi, baik itu kesehatan, karir, rejeki, dan keluarga," tandas Vero.

Tonton juga Seru! Jelang Imlek, Ada Atraksi Akrobat Kelas Dunia dari China :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/iwd)