Wapres Optimis Produk UKM Pesantren Tembus Pasar Luar Negeri

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 18:41 WIB
Wapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang -

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meresmikan pembukaan Santri Digital Fest dan Rakernas Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) di Jombang. Selain itu, Kiai Ma'ruf juga meninjau Pameran Gelar Karya Santri Nusantara hasil dari program One Pesantren One Produk (OPOP).

Pembukaan Santri Digital Fest dan rapat kerja nasional (Rakernas) IPPNU digelar di Gedung serba guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jalan KH Wahab Hasbullah, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Selain Wapres Ma'ruf bersama istrinya, Wury Ma'ruf Amin, acara ini dihadiri sejumlah pejabat.

Yaitu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid, Sekjen Kominfo Niken Widiastuti, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Head of Tokopedia Garri Juanda, Pengamat Digital Gani Kartiwa, Dones Universitas Indonesia Andi Widjajanto, serta Facebook Indonesia Nouldy Valdryno.

Usai meresmikan pembukaan Santri Digital Fest dan Rakernas IPPNU, Ma'ruf meninjau Pameran Gelar Karya Santri Nusantara hasil program OPOP. Wapres juga sempat berziarah makam pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah.


Kiai Ma'ruf mengatakan, pihaknya optimis berbagai produk UKM para santri mampu bersaing hingga menembus pasar luar negeri. Pasalnya, kata dia, saat ini para pelaku UKM di pesantren mempunyai aplikasi pemasaran online dan offline.

"Dan sekarang berbagai e commerce tadi juga hadir, kemudian juga akan membantu pemasaran. Di sektor keuanganya juga di beberapa fintech yang bergabung dengan usaha-usaha santri. Jadi, ke depan ini menurut saya bukan hanya bisa dipasarkan di dalam negeri, tapi juga luar negeri," kata Kiai Ma'ruf kepada wartawan di lokasi acara, Kamis (23/1/2020).

Terlebih lagi, lanjut Kiai Ma'ruf, banyak produk UMK pesantren yang tergolong unik. Mulai dari jenis jajanan hingga produk olahan pertanian. Dia mengambil contoh cokelat yang dibuat dari tanaman kelor.

"Saya fikir bisa (menembus market place). Hanya tinggal bagaimana mengkoordinasikan pemasarannya dan menggunakan sistem promosi yang bisa sampai ke masyarakat lebih luas," terangnya.

(fat/fat)