Polisi Sidik Dugaan Korupsi Rp 300 Juta Anggaran KONI Tulungagung

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 18:14 WIB
Ketua KONI Tulungagung Mulyani masuk ruang pemeriksaan (Foto: Adhar Muttaqin)
Tulungagung -

Polisi menyidik kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran KONI Tulungagung. Kasus itu merugikan negara senilai lebih dari Rp 300 juta.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi mengatakan status penanganan perkara dugan korupsi itu telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Peningkatan status itu telah melalui serangkaian penyelidikan serta analisa mendalam.

"Sekarang sudah naik ke penyidikan. Ini masih pemeriksaan saksi-saksi," kata Hendi, Kamis (23/1/2020).

Sementara itu Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tulungagung Iptu Andik Prasetyo mengatakan penggunaan anggaran KONI pada periode 2016-2019 diduga telah terjadi penyelewengan sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

"KONI itu ada cabor (cabang olah raga), di sini cabor yang kami sidik adalah cabor IMI, di dalamnya ada TMC (Tulungagung Motor Cross), di situ ada penggunaan anggaran yang tidak sesuai," kata Andik.


Saat diminta menjelaskan bentuk penyelewengannya, Andi enggan menjelaskan secara detail dengan alasan masih dalam tahap pemeriksaan para saksi. Andik mengaku dalam penanganan perkara ini pihaknya juga akan meminta audit dari BPKP untuk mengetahui jumlah kerugian negara yang ditimbulkan.

Hingga hari ini penyidik Unit Tipikor telah memanggil 10 orang saksi dari total 15 saksi. Salah satu saksi yang kali ini menjalani pemeriksaan adalah ketua KONI Tulungagung Mulyani.

"Ini merupakan pemeriksaan yang kedua, yang pertama itu saat penyelidikan dan ini sudah naik ke penyidikan," imbuh Andik.

Sementara itu Mulyani saat jeda pemeriksaan mengakui kedatangannya di Polres Tulungagung untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan korupsi di salah satu cabor.

"Memberikan keterangan dalam rangka, tindak pidana dari IMI TMC. Kami masih dimintai keterangan umum seputar KONI. Ini untuk menyempurnakan keterangan yang lalu," kata Mulyani.


Menurut Mulyani, pertanyaan yang dilontarkan penyidik seputar KONI, mulai dari administrasi hingga laporan pertanggungjawaban (LPJ).

"Yang disidik ini terkait penggunaan anggaran hibah pada cabor IMI khususnya TMC, total anggaran Rp 300 juta lebih," ujarnya.

Anggaran yang dikucurkan per tahun dari dana hibah APBD Tulungagung itu dimanfaatkan oleh cabor IMI untuk membangun area latihan atau sirkuit di wilayah Buntaran. Selain itu anggaran juga dimanfaatkan untuk program pelatihan para atlet.

Pihaknya mengaku tidak curiga dengan penggunaan anggaran pada cabang olah raga IMI TMC, sebab laporan pertanggungjawabannya secara administrasi tidak ada masalah.

"Dari LPJ yang masuk ke KONI tidak ada kecurigaan, karena
LPJ ini untuk kegiatan di mana, di Buntaran, fotonya mana, ini, ada semua. Tapi saya tidak tahu realisasinya di lapangan," ujarnya.

Mulyani mengaku akan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat yang berwenang. Pihaknya berharap kasus tersebut segera menemukan titik terang.

(iwd/iwd)