RW di Surabaya Minta Maaf Gunakan Istilah Nonpribumi dalam Surat Edaran

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 10:40 WIB
Ketua RW 03 Kelurahan Bangkingan, Paran/Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Pengurus RW 03 Kelurahan Bangkingan menanggapi surat edaran soal iuran bagi pribumi dan nonpribumi yang terlanjur viral. Pengurus RW mengakui bahwa redaksional surat tersebut salah dan meminta maaf.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya bila kata-kata redaksinya pribumi dan nonpribumi itu tidak sengaja. Memang itu kesalahan dari kami," kata Ketua RW 03, Paran saat ditemui detikcom, Selasa (21/1/2020) malam.

"Sekali lagi mohon maaf apabila ada salah satu pihak yang tidak nyaman, tersinggung ya sekali lagi saya mewakili dari pengurus RW 03 mohon maaf. Dan tidak ada maksud apa-apa," imbuhnya.


Paran melanjutkan, kata pribumi dan nonpribumi yang dicantumkan di surat edaran tersebut hanya copy paste dari surat edaran dari pengurus sebelumnya. Pihaknya memakai kata-kata tersebut juga tidak bermaksud menyudutkan satu etnis tertentu. Sebab selama ini kata itu dianggap biasa.

"Redaksional pribumi dan nonpribumi itu tidak ada kesengajaan menyudutkan etnis tertentu. Kebetulan kata pribumi kami itu kan juga mengadopsi dari bahasa (redaksional) yang lama. Nggak ada masalah," terangnya.

Menurut Paran, pengertian pribumi dan nonpribumi yang dipakai tidak bermaksud diskriminatif atau menyudutkan satu etnis tertentu. Tapi itu hanya untuk penyebutan warga yang sudah mempunyai Kartu Keluarga kelurahan setempat dan pendatang

"Pengertian pribumi di sini itu orang yang sudah ber-KK RW 03 Kelurahan Bangkingan sini. Itu namanya pribumi. Kalau nonpribumi itu punya rumah di RW 03 tapi tidak ber-KK RW 03. Nah itu dikatakan nonpribumi," jelas Paran.
Selanjutnya
Halaman
1 2