Teror Kambing Mati Misterius di Pacitan, Ini Imbauan untuk Warga

Purwo S - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 18:45 WIB
Petugas Dinas Pertanian memeriksa kambing yang mati misterius (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan - Teror kambing mati misterius di Pacitan membuat warga resah. Terlebih pemangsa puluhan hewan ternak tersebut masih belum diketahui. Petugas yang turun ke lokasi pun belum bisa berbuat banyak.

"Sementara ini yang bisa kita sarankan kepada petani ya untuk memperbaiki kandang aja," kata Agus Riyadi, Kepala UPT Dinas Pertanian Wilayah III Kebonagung kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Soal penyebab kematian kambing milik warga, Agus belum berani memastikan. Kejadian itu, lanjut dia, termasuk aneh dan luar biasa. Selain jumlahnya banyak, lokasinya juga menyebar di 3 desa.

Sementara itu, pascakejadian 2 orang petugas melakukan observasi ke lokasi. Mereka mendatangi langsung kandang kambing. Petugas juga menggali informasi dari pemilik ternak.


Tidak itu saja, mereka bahkan menggali bangkai kambing yang dikubur malam sebelumnya. Kejadian terbaru itu menimpa ternak milik warga Desa Kalipelus. Pemeriksaan fisik dimaksudkan untuk mengetahui ciri-ciri serangan.

Sri Utomo, petugas lain menjelaskan umumnya terdapat luka pada tubuh kambing yang mati. Ada temuan luka di leher. Namun ada pula sebagian yang mengalami luka robek di perut. Bahkan ususnya sampai terburai keluar.

"Itu sobek bekas kena taring atau dicakar itu belum (diketahui) pasti. Masalahnya kalau yang di perut itu (lukanya) lebar," imbuhnya seraya menjelaskan temuan tersebut akan menjadi bahan laporan ke dinas terkait.

Seperti diberitakan, belasan ekor kambing milik warga Pacitan mati misterius. Hewan-hewan tersebut ditemukan tak bernyawa saat masih berada di kandang.


Awalnya, kejadian menimpa 18 ekor kambing di Desa Klesem. Berikutnya merembet ke desa tetangga, yaitu Katipugal. Di desa itu ada 3 ekor kambing yang ditemukan mati dengan luka di badan.

Untuk mencegah korban makin bertambah, warga berupaya menjaga kambing piaraannya. Bahkan mereka rela tidur di dekat kandang. Warga juga akan memperbaiki pagar pembatas sehingga sulit dijangkau makhluk pemangsa.

"Sesuai petunjuk bapak petugas kandangnya ya kita perbaiki. Sebab kalau (kambing) mau di bawa pulang ya ndak mungkin," kata Gino, warga Dusun Krajan, Desa Kalipelus. (iwd/iwd)