Viral Petugas Minta STNK, Jasa Marga Jelaskan Aturan Tol Tertutup

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 15:12 WIB
Postingan yang viral/Foto: Tangkapan Layar
Surabaya - Aksi petugas Jasa Marga meminta STNK mobil di Tol Sumo karena saldo e-toll sang pengemudi tidak mencukupi viral di media sosial. Kini pihak Jasa Marga tengah melakukan klarifikasi di lapangan.

Sambil menunggu hasilnya, Manager Operasional PT Jasa Marga Surabaya-Mojokerto Erfan Affandi menjelaskan mengenai aturan di tol yang menggunakan sistem tertutup. Menurut Erfan, pengguna tol tidak bisa meminjam e-toll milik pengemudi lain untuk melakukan pembayaran.

"Kalau di sistem tertutup itu tidak bisa meminjam e-toll di belakangnya. Karena masing-masing mempunyai rekam masuk. Jadi sesuai imbauan satu mobil untuk satu kendaraan. Satu kartu untuk satu transaksi keluar dan masuk digunakan yang sama. Kalau minjam kan beda," ujar Erfan, Selasa (21/1/2020).


"Kalau minjam kan salah itu salah Mas, tidak diperbolehkan. Karena masing-masing mobil masuk ngetap. Kalau keluar dia ngetap lagi dengan mengecek saldo asal gerbangnya. Kalau meminjam kan kasihan yang ada di belakangnya. Sehingga istilahnya ada rekam masuk tidak di-exit-kan, tidak dinolkan lagi," sambung Erfan.

Sesuai peraturan, Erfan menjelaskan, jika pengemudi tidak memiliki rekam masuk maka akan dikenakan denda dua kali sesuai tarif ruas klaster III. Terkait peristiwa yang viral, pihaknya masih melakukan klarifikasi.


"Nanti saya klarifikasi kepada yang bersangkutan. Kalau sesuai dengan SOP yang saya sampaikan tadi. Itu SOP-nya standarnya begitu," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi petugas Jasa Marga meminta STNK mobil di Tol Sumo karena saldo e-toll sang pengemudi tidak mencukupi viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/1). Sementara postingannya viral sehari kemudian. (sun/bdh)