Tiga Santriwati Korban Pencabulan Ustaz di Bondowoso Jalani Trauma Healing

Chuk Shatu Widarsha - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 13:36 WIB
Foto file: Chuk Shatu Widarsha
Bondowoso - Tiga anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan ustaz dibawa ke psikiater. Hal itu dilakukan untuk memeriksa kondisi kejiwaan si anak dan memulihkan trauma.

"Para korban kami bawa ke poli untuk mendapatkan visum et repertum psikiatri," kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Jamal kepada wartawan di kantornya, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk mengetahui kejiwaan sang anak pascakejadian. Selain itu, untuk membangkitkan psikologi anak agar mereka tidak mengalami trauma yang berkepanjangan.


"Para korban itu memang sangat perlu diangkat moralnya agar tidak trauma dan berani memberikan kesaksian tentang apa yang dialaminya," tandasnya.

Ketiga anak yang jadi korban dibawa ke Poli Jiwa RSD dr Koesnadi Bondowoso. Mereka juga didampingi petugas dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) dinas terkait di lingkungan Pemkab Bondowoso.

Sebelumnya, ustaz berinisial AQ (33) asal Desa Lombok Wetan, Wonosari, Bondowoso, jadi tersangka pencabulan anak di bawah umur. Ustaz yang mengajar di madrasah tersebut diduga mencabuli santrinya.


Berdasarkan bukti laporan bernomor LP/258/XII/2019/JATIM/RES.BWO, sang ustaz yang juga sebagai modin desa setempat itu diduga telah melakukan pencabulan terhadap tiga orang santriwatinya yang masih di bawah umur.

Ketiga anak tersebut mengadu kepada orang tuanya masing-masing bahwa mereka telah dicabuli. Para orang tua santriwati lantas melapor ke polisi. Dari hasil visum dokter disebutkan memang terjadi kerusakan pada bagian vital korban. Polisi terus mengembangkan dengan mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti penunjang lainnya.



Simak Juga Video "Bejat! Ayah Cabuli Dua Anak Kandungnya di Kendari"

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)