Merasa Tak Pantas, Ratusan Penerima Program Keluarga Harapan Ini Mundur

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 10:48 WIB
Sri Wirayati (37), warga Dusun Buneng, Desa Boro, Kecamatan Selorejo (Erliana Riady/detikcom)
Blitar - Sebanyak 393 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Blitar menyatakan mundur. Mereka merasa tak pantas menerima bantuan sosial itu.

Seperti pengakuan Sri Wirayati (37), warga RT 01 RW 04, Dusun Buneng, Desa Boro, Kecamatan Selorejo. Sejak 2017, Sri mendapat dana Rp 2,4 juta per tahun. Bantuan tunai itu diterimanya untuk dana pendidikan dua anaknya. Yang SD menerima Rp 900 ribu per tahun. Sedangkan yang SMP menerima dana Rp 1,5 juta per tahun.


Awalnya Sri merasa senang menerima bantuan dana pendidikan dari negara. Namun, ketika melihat banyak tetangganya yang jauh lebih membutuhkan tapi tidak mendapat bantuan, hati kecil Sri mulai tersadarkan.

"Saya masih muda. Walaupun saya dan suami kerjanya hanya buruh harian lepas, kami berdua masih lebih kuat mencari uang dibandingkan tetangga lain yang kondisinya jauh lebih susah dari saya. Saya jadi mikir kami nggak pantas dapat bantuan. Masih banyak tetangga kami yang lebih pantas. Kami merasa salah sasaran," tuturnya kepada detikcom, Selasa (21/1/2020).
Selanjutnya
Halaman
1 2