Gara-gara Jamur, Harga Cabai di Pasar Blitar Melonjak

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 07:27 WIB
Cabai di Blitar (Erliana Riady/detikcom)
Blitar - Awal musim hujan membawa dampak bagi para petani cabai di Blitar. Tanaman mereka banyak yang terserang jamur, sehingga hasil panen turun. Akibatnya, harga cabai di pasar tradisional melonjak sampai lebih dari 100 persen.

Seperti pantauan detikcom di Pasar Templek, Kota Blitar. Hari ini cabai dijual para pedagang seharga Rp 72 ribu/kg. Menurut salah satu pedagang cabai di pasar itu, Budi, harga cabai mulai merangkak naik sejak sepekan lalu.

"Sudah sepekan ini pelan-pelan harga naik terus. Dari harga Rp 35 ribu per kg. Hari ini kalau ngecer saya jual Rp 72 ribu per kg," kata Budi kepada detikcom, Selasa (21/1/2020).

Menurut Budi, hari ini dia mendapat harga dari pengepul antara Rp 68-70 ribu/kg. Kabar yang dia terima, pengepul mendapat harga dari para petani sekitar Rp 63-65 ribu/kg.

"Mulai susah juga nyari barangnya. Katanya, panenan petani banyak yang kena jamur musim hujan ini. Biasanya kalau seperti itu harga memang naik banyak," ungkapnya.


Kasi Hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Blitar Hikmah Wahyudi membenarkan kabar yang diterima Budi. Saat ini stok cabai di Kabupaten Blitar turun sampai 35 persen.

"Kapasitas panen cabai di Kabupaten Blitar rata-rata 15 ton per hari. Ini karena cabai banyak yang terserang jamur karena musim hujan, hasil panen turun jadi hanya sekitar 10 ton per hari," jawab Hikmah saat dihubungi.

Selain karena jamur yang menyerang cabai di lahan, lanjut dia, belum semua petani di wilayah Kabupaten Blitar menanam cabai. Saat ini hanya petani di wilayah utara dan barat yang sudah menanam cabai. Yang wilayah selatan baru menanam jagung.

Menurut Hikmah, seharusnya ada masa menyambung antara musim tanam cabai wilayah Blitar utara dan selatan. Seperti saat ini, tanaman cabai di wilayah utara dan barat menjelang dicabut karena masa tanam sudah hampir satu tahun. Seharusnya, petani wilayah selatan sudah mulai menanam sehingga stok cabai di Kabupaten Blitar tetap akan stabil.

"Petani yang wilayah selatan musim tanam cabainya mundur mengikuti mundurnya musim hujan. Nanti kalau hujan sudah merata, biasanya musim panen raya di sini sekitar Juni-Juli. Di saat itulah stok akan melimpah dan otomatis menurunkan harga di pasaran," pungkasnya. (fat/fat)