Ini Tuntutan Dua Terdakwa Kasus Rasisme Asrama Mahasiswa Papua

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 20:20 WIB
Terdakwa Ardian Andiansah dituntut 1 tahun penjara (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Dua terdakwa kasus ujaran rasisme di asrama mahasiswa Papua di Surabaya yakni Syamsul Arifin dan Ardian Andiansah dituntut jaksa masing-masing 8 bulan dan 1 tahun penjara. Jaksa menilai kedua terdakwa terbukti melakukan tindakan rasisme.

"Perbuatan terdakwa terbukti melanggar dakwaan ke satu yakni pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," kata jaksa M Nizar saat membacakan tuntutannya di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (20/1/2020).

Dalam tuntutan itu, jaksa telah melakukan pertimbangan hal yang memberatkan terdakwa yakni telah melukai perasaan masyarakat Papua dengan ujaran kata 'monyet'. Adapun yang meringankan terdakwa adalah mengakui dan menyesali perbuatannya.


Terdakwa Syamsul Arifin dituntut 8 bulan penjaraTerdakwa Syamsul Arifin dituntut 8 bulan penjara (Foto: Amir Baihaqi)

Atas dasar itu, jaksa kemudian menuntut terdakwa Syamsul dengan hukuman selama 8 tahun penjara.

"Menuntut pidana penjara selama 8 bulan kepada terdakwa Syamsul Arifin," kat Nizar.

Sementara itu, di sidang terpisah terdakwa Ardian Andiansah juga dinyatakan bersalah dan dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa. Terdakwa dinilai bersalah karena terbukti menyebarkan video hoaks melalui saluran YouTube miliknya terkait kerusuhan di asrama Papua.


"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 12 bulan dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah tetap berada dalam tahanan," tegas Nizar.

Atas tuntutan kedua terdakwa itu, ketua majelis hakim Yohannes Hehamony kemudian memberikan waktu selama satu minggu. Waktu tersebut diberikan untuk mengajukan kesempatan pembelaan bagi kedua terdakwa.




Tonton juga video Kekecewaan Aktivis Papua Dilarang Pakai Koteka Saat Sidang:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/iwd)