Pertama di Indonesia, Pemkab Magetan Operasikan Mesin Pencetak e-KTP

Sugeng Harianto - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 16:58 WIB
Mesin pencetak e-KTP (Foto: Sugeng Harianto/detikcom)
Magetan - Masyarakat Kabupaten Magetan tak perlu butuh waktu lama untuk mengurus dokumen. Pasalnya saat ini ada mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang bisa cetak e-KTP. Dan ini kabupaten pertama di Indonesia.

Mesin cetak dokumen kependudukan itu ditempatkan di lantai dua Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Magetan Pasar Baru. ADM ini baru saja diluncurkan pada Rabu (15/1/2020).

"Dengan dioperasionalkan mesin ADM, pertama di Indonesia yakni di Magetan, akan memudahkan masyarakat Magetan dalam memperoleh dokumen kependudukan," ujar Bupati Magetan Suprawoto, kepada detikcom, saat berkunjung ke mall pelayan publik lantai dua Pasar Baru Magetan, Senin (20/1/2020).

Dan bagi masyarakat Magetan yang ingin membuat dokumen lewat mesin ADM, kata Kang Woto sapaan bupati Magetan, harus menyiapkan email dan nomor ponsel untuk registrasi awal.

"Layanan ADM kita launching kemarin haru Rabu dan memang kita tempatkan di mal pelayanan publik agar semua bisa cepat terlayani," katanya.

Mesin cetak e-KTP atau ADM ini diluncurkan Kemendagri sejak November 2019 lalu. ADM adalah mesin atau perangkat pelayanan cetak dokumen kependudukan.


Layaknya ATM di bank, ADM dikembangkan untuk bisa mencetak 23 dokumen kependudukan seperti e-KTP, KK, akta kelahiran, surat pindah, dan lainnya. Proses dari pertama kali menggunakan ADM hingga e-KTP tercetak lebih cepat jika memilih menggunakan menu QR code, hanya butuh waktu sekitar 1,5 menit.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Magetan, Hermawan, mengatakan, Pemkab Magetan memiliki dua mesin ADM atau ATM Kependudukan. Pembelian dua alat itu diambil dari anggaran perubahan APBD tahun 2019 seharga Rp 337 juta.

"Jadi kita punya dua mesin ADM pertama di Indonesia, yang dibeli dari APBD berdasar e-katalog kemarin, nerupakan anggaran perubahan APBD 2019. Itukan inovasi terbaru dari Ditjen Disdukcapil, dengan ADM itu memudahkan masyarakat untuk mencetak dokumen secara mandiri, tetapi mereka harus registrasi dulu ke Disdukcapil," ujar Hermawan.

Selain ditempatkan di mal pelayanan publik, jelas dia, satu mesin ADM ditempatkan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Dokumen yang bisa diterbitkan melalui mesin ADM di antaranya mulai Kartu Tanda Penduduk e-KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), serta surat kematian.

"Semua layanan bisa dilakukan di Mal Pelayanan Publik, dengan mesin ADM. Yang jelas sama seperti kita punya tabungan di bank, kalau bikin ATM kan registrasi dulu, setelah itu mereka bisa mencetak kapan pun. Sementara ini yang bisa KTP, KIA, KK Akta kematian, akta kelahiran, artinya selanjutnya semua dokumen bisa diselesaikan lewat ADM," tandasnya.

Pantauan detikcom, warga yang mengurus dokumen belum sepenuhnya mengetahui tentang mesin ADM yang berdiri di dekat lokasi mereka. Petugas masih jemput bola untuk menawarkan layanan pencetakan dokumen dengan mesin ADM.


"Ibu ingin coba layanan mesin ADM, saya bantu bu. Kita rekam duku data dan foto ya," ucap salah satu petugas Ida Sulistiyorini ke pencari KTP, Resti (29) warga Desa Kalang Kecamatan Sidorejo.

Ida, petugas Administrator Database Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, menjelaskan usai registrasi rekam data, petugas menuju mesin ADM. Setelah itu dipandu di dalam mesin selama hampir 1,5 menit, dokumen KTP akhirnya keluar dari mesin.

"Alhamdulillah sudah jadi. KTP saya dan suami ini langsung keluar dari mesin ADM," papar Resti sambil menunjukkan dua buah KTP. (fat/fat)