Harga Cabai di Lamongan Naik, Bawang Merah dan Putih Turun

Eko Sudjarwo - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 14:42 WIB
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Harga sejumlah bahan pangan di sejumlah pasar Lamongan mengalami kenaikan cukup tajam. Salah satunya kenaikan harga cabai hingga Rp 20 ribu.

Dari pantauan di Pasar Sidoharjo Lamongan, harga cabai keriting pekan lalu Rp 50 ribu/kg naik menjadi Rp 70 ribu/kg. Hal yang sama juga terjadi pada cabai besar dari semula hanya Rp. 55 ribu saat ini naik menjadi Rp. 60 ribu atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 5 ribu perkilonya. Cabai rawit juga mengalami kenaikan dari Rp. 60 ribu ke 65 ribu perkilo atau naik Rp. 5 ribu. "Cabai mas yang naik cukup banyak," kata salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo, Rusmiati pada wartawan, Senin (20/1/2020).

Hal yang sama juga terjadi di Pasar Babat. Di pasar ini, semua jenis cabai mengalami kenaikan. Cabai keriting dari semula seharga Rp 50 ribu menjadi Rp 55 ribu/kg. Cabai merah besar naik dari Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu/kg.

Cabai rawit di Pasar Babat semula Rp 55 ribu menjadi Rp 75 ribu/kg. Selain cabai, beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan adalah gula produk lokal. Semula Rp 13 ribu menjadi Rp 13.500/kg. Tomat dan buncis semula Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu/kg.


Bawang merah semula Rp 24 ribu menjadi Rp 20 ribu/kg, bawang putih Rp 32 ribu jadi Rp 30 ribu/kg.

"Kentang juga turun dari Rp 14 ribu menjadi Rp 12 ribu/kg, telur puyuh turun dari Rp 25 ribu menjadi Rp 24 ribu/kg dan telur ayam ras dari Rp 24 ribu ke Rp 22 ribu/kg," kata Maskamah, pedagang lainnya.

Kepala Diperindag Lamongan, Muhammad Zamroni membenarkan kenaikan ini. Kenaikan harga cabai karena perubahan cuaca. Perubahan cuaca ini yang kemudian berimbas pada penurunan produksi dan juga distribusi cabai.

"Penyebabnya lebih banyak karena perubahan cuaca. Imbasnya penurunan produksi cabai juga distribusi cabai, baik dari Blitar atau Kediri terhambat," terangnya.

Kenaikan harga cabai ini, menurut Zamroni, tidak hanya terjadi di Lamongan saja tapi juga terjadi di beberapa kota lain. "Ini tidak terjadi di Lamongan saja saya melihat juga di kabupaten lain," pungkasnya. (fat/fat)