Gubernur Khofifah Minta Satgas Pangan dan KPPU Cek Stok Gula

Suparno - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 16:19 WIB
Gubernur Khofifah dan Plt Bupati Sidoarjo Nur Achmad (Foto: Suparno/detikcom)
Sidoarjo - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta agar Satgas Pangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan pengecekan stok gula di beberapa titik. Yakni, di pabrik pabrik gula, gudang Bulog dan PTPN X. Ini untuk memastikan stok kebutuhan gula di Jatim aman.

Produksi Gula 2019 dari 8 pabrik gula di Jatim sebanyak 1.046.855 ton dalam setahun. Sampai dengan 14 Januari 2020 sebanyak 185.785 ton. Namun dari jumlah tersebut kebutuhan Jawa timur pada Januari - Mei 2020 sebanyak 175.500 ton dengan rincian Konsumsi 0,9 kg/kapita/bln. Sehingga ada surplus 10 ribu ton gula. Sedangkan musim giling, baru berjalan pada bulan Mei 2020.

"Angka inilah yang harus dilakukan pengecekan, apakah sudah ada kontrak jual beli dengan daerah lain atau belum, karena Jatim menjadi penyuplai 16 provinsi lain," kata Khofifah saat melakukan sidak gula di di Pasar Ngaban Sidoarjo, Sabtu (18/1/2020).

Khofifah meminta agar Satgas Pangan dan KPPU melakukan pengecekan dan monitoring secara langsung terutama di gudang Bulog dan PTPN. Kemudian, bersama dengan Disperindag Jatim untuk melakukan koordinasi dengan pabrik gula, memastikan adanya sisa tebu yang belum digiling.


Kemudian juga mendorong PG, distributor pedagang untuk mengeluarkan stok yang ada di gudang untuk distribusikan ke pasar. "Hal ini bertujuan untuk bisa memaksimalisasi penggilingan. Oleh sebabitu perlu dilakukan pengecekan ulang agar bisa maksimal," tambah Khofifah.

Sebagai upaya memastikan stok gula aman, dalam waktu dekat akan melakukan operasi pasar di seluruh kabupaten, kota bekerjasama dg PG, distributor dan Bulog mulai 14 Januari 2020.

"Sementara itu, sebagai bentuk antisipasi apabila ada oknum yang melakukan penimbunan, Khofifah sudah meminta Wagub Jatim untuk berkoordinasi dengan Kapolda Jatim untuk melakukan pengecekan. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penimbunan," jelas Khofifah. (fat/fat)