Motif Pembunuhan Nenek Suhriya Karena Dendam Santet

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 21:46 WIB
Foto: Istimewa
Sumenep - Polisi telah mengungkap motif pembunuhan wanita paruh baya di Karang Nangka, Raas, Sumenep, Madura. Ternyata, motifnya akibat dendam karena dugaan santet.

Dendam ini yang dirasakan pelaku atau otak utama pembunuhan, H. Muhdap kepada korban, Hj. Suhriya (70). Awalnya Muhdap mengidap penyakit aneh hingga perutnya membesar dan tak kunjung sembuh. Muhdap pun menuduh Suhriya yang mengirim santet ini padanya.

"Tersangka Muhdap mengira korban Hj. Suriya telah menyantet dirinya, karena sakit yang dialaminya pada bagian perut yang membesar tidak pernah sembuh," ungkap Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi kepada detikcom di Surabaya, Jumat (17/1/2020).

Deddy menambahkan Muhdap kemudian meminta bantuan temannya, Untung untuk mencari pembunuh bayaran. Untung pun menemukan dua orang yakni Mathora dan Sunahwi, keduanya diberi bayaran Rp 10 juta.


Sebelumnya, kasus ini berawal saat korban, Hj Suhriya (70) ditemukan tewas di rumahnya pada Kamis (12/12/2019). Kondisi Suhriya ini cukup mengenaskan dengan kepala bagian belakang yang terluka dan tali yang menjerat lehernya.

"Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi dari masyarakat sekitar sebelum kejadian terdapat orang yang bernama Untung, bersama dengan orang yang tidak dikenal mondar mandir di sekitar TKP," imbuh Deddy.

Pihaknya pun langsung mencari Untung. Saat diinterogasi, Untung mengaku diminta Mudap mencarikan pembunuh bayaran untuk melakukan pembunuhan pada Hj Suhriya dengan imbalan sebesar Rp 10 juta rupiah.


Untung pun meminta bantuan Mathora dan Sunahwi. Polisi akhirnya menangkap keduanya saat berada di rumahnya. Namun, kasus ini belum berakhir karena masih ada satu otak pembunuhan yang belum tertangkap, yakni H. Mudap.

"Lalu unit resmob menuju pulau Bali yang diduga menjadi tempat tinggal Muhdap. Akhirnya pada tanggal 15 Januari 2020 sekira pukul 22.30 WITA, unit resmob menangkap Mudap di kediamannya," lanjut Dedy.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni sebuah kayu dengan panjang 40 cm dan diameter 5 cm, tali tampar warna biru, sepeda motor hingga uang tunai Rp 2 juta.

Sementara keempat pelaku terjerat pasal Pembunuhan Berencana dan Penganiayaan hingga matinya org sebagaimana dimaksud dlm Pasal Pasal 340 KUHP Subs Pasal 351 Ayat (3) KUHP. Keempat tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup. (hil/iwd)