Petani Magetan Berburu Hama Tikus, Satu Ekor Dihargai Rp 2 Ribu

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 20:21 WIB
Warga berburu tikus di sawah (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan - Warga Desa Karangmojo Kecamatan Kartoharjo, Magetan setiap hari berburu tikus. Hasil tangkapan tikus dijual dan dihargai setiap ekornya Rp 2.000.

"Memang betul warga saya setiap hari berburu tikus dan dihargai setiap ekornya Rp 2.000. Ini merupakan cara kita untuk membasmi hama tikus yang merusak tanaman padi," ujar kepala desa Karangmojo Nur Achirul, kepada detikcom di kantornya, Jumat (17/1/2020).

Sayembara perburuan tikus yang menyerang tanaman padi petani, kata Irul, sudah berlangsung tiga minggu. Selama tiga minggu ini, hasil perburuan tikus telah mencapai 3.600 ekor lebih. Kegiatan perburuan tikus, lanjut Irul, dilakukan oleh petani setiap pagi, siang, sore, bahkan malam.

"Ini sudah berlangsung tiga minggu dan sudah hampir 4 ribu ekor. Waktunya pagi, siang, sore bahkan ada yang malam. Perburuan ada yang manual pakai pemukul kayu dan juga memakai semburan api di sarang tikus dengan gas elpiji," katanya.


Irul mengungkapkan sejak sayembara penangkapan tikus berlangsung, petani mengaku tanaman padi mereka mulai tumbuh dan berkurang kerusakannya. Petani berharap Dinas Pertanian untuk bisa turun tangan karena pihak desa terkendala dana.

"Terus terang kami sudah kehabisan dana untuk sayembara. Sebenarnya efektif membantu mengurangi hama tikus yang membuat galau petani," tandasnya.

Sebelumnya, petani di Magetan dibuat galau oleh serangan hama tikus. Hama tikus menyerang tanaman padi yang baru berumur dua minggu di Kecamatan Kartoharjo.

"Rusak dimakan tikus ini padi yang baru ditanam antara seminggu dan dua minggu," ujar Kepala Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Tarmuji.


Wakidi (54), petani asal Dusun Becok mengaku telat menanam padi. Itu terjadi karena benih yang disemai tak menjadi bibit. Namun selalu rusak diacak-acak tikus.

"Saya tanam terlambat karena bibit benih saya yang pertama ludes dimakan tikus," tuturnya.

Camat Kartoharjo, Muryani membenarkan adanya keluhan dari para kelompok tani mengenai hama tikus. "Betul sekali, ini semua kelompok tani lewat kades menyampaikan kalau sedang ada ramai hama tikus pada musim tanam padi pertama musim hujan ini. Kades Karangmojo saat ini bahkan membuat sayembara penangkapan tikus," papar Muryani.

Data yang dihimpun detikcom, semua desa yang berjumlah 12 desa di Kecamatan Kartoharjo para petani mengeluhkan hama tikus. Yakni Sukowidi, Kartoharjo, Ngelang, Jajar, Pencol, Klurahan, Gunungan, Karangmojo, Mrahu, Jeruk, Bayemwetan dan Bayemtaman. (iwd/iwd)